SUARA CIANJUR – Pelatih timnas Indonesia, Shin Tae Yong diketahui sedang marah besar terhadap para pemain timnas Indonesia. Kemarahan ini dipicu dengan telatnya para pemain untuk mengikuti pemusatan latihan jelang kualifikasi Piala Dunia.
“Hal itu (saya marah) karena ada beberapa pemain yang terlambat datang TC, pada TC mulai jam 12 siang tadi,” ujar Shin Tae Yong, dikutip dari laman Instagram @kitagaruda.ina, Selasa (10/10/2023).
Selanjutnya, pelatih asal Korea Selatan ini menegaskan soal janji yang harus ditepati.
“Saya tegaskan janji itu sangat penting sama seperti nyawa,” tegas Shin Tae Yong.
Shin Tae Yong memang terkenal sebagai pelatih yang sangat disiplin, Dirinya tak segan untuk mendepak pemain-pemain yang tidak disiplin terhadap instruksinya. Beberapa pemain sempat menjadi korban, salah satunya adalah Egy Maulana Vikri.
Akibat telatnya para pemain bergabung, dalam latihan perdana, Shin Tae Yong hanya mengadakan latihan-latihan ringan.
"Jadi, latihan hari ini adalah latihan pemulihan saja karena banyak pemain yang baru selesai pertandingan, ada yang baru datang juga Dan, ada juga pemain-pemain yang datang dari luar Indonesia, mereka melakukan perjalanan yang lama,” lanjiut Shin Tae Yong.
Dalam ajang kualifikasi Piala Dunia ini, timnas Indonesia akan bertanding lawan Brunei Darussalam dalam dua kali kesempatan. Publik sepak bola Indonesia berharap agar skuad ashun Shin Tae Yong bisa meraih kemenangan agar bisa lanjut ke putaran selanjutnya. (*)
Baca Juga: Bali United Lepas 3 Pemain ke FIFA Matchday Oktober 2023, Siapa Saja?
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Dugaan Pelecehan Seksual Pimpinan Bank, Netizen Serbu Akun Direktur Utama BSI
-
Alfeandra Dewangga Resmi Tinggalkan Persib, Ungkap Alasan Berat di Balik Keputusannya
-
Evaluasi MBG, Luhut Soroti Pelaksanaan Serentak
-
Harry Kane Ungkap Masalah Utama Inggris Usai Ditahan Ghana di Piala Dunia 2026
-
Jelang 500 Tahun Jakarta, DPRD Minta Aspirasi Warga Jadi Prioritas Pembangunan
-
Hutan yang Menelan Rahasia dalam Buku Dosa di Hutan Terlarang
-
Bawa Puluhan Bukti! Koalisi Gugat Perjanjian Dagang RI-AS yang Dinilai Tabrak Konstitusi
-
Hotman Paris Pakai Tongkat ke Singapura, Bawa Amanah Rp500 Juta dari Bos Mayapada untuk Yuvita
-
Purbaya Respons Isu Tarik Dana SAL Milik Pemerintah dari Perbankan
-
Makna Lagu Bon Jovi 'Livin' on a Prayer' Menggema usai Brasil vs Haiti