Deli - Sebuah video viral di media sosial Instagram memperlihatkan seorang pemuda duduk santai bersandar di pohon. Sekitar satu meter di sebelahnya, ada binatang liar yang bisa saja melukainya dengan mudah. Hanya saja, binatang berbulu itu tampak ragu untuk mendekati pemuda itu.
Di saat yang sama, teman-teman pemuda mengambil gambar dari kejauhan diduga karena takut dengan binatang di depannya. Namun begitu, orang yang merekam video kejadian itu malah menyanyikan sepenggal lagu dangdut, 'pandangan pertama awal waktu berjumpa, aduh, panik nggak, masa' enggak,'.
Video itu mendapat 8.364 like dan 310 komentar. Tertulis di unggahan itu, 'Siapa lagi kalau bukan si Bagas, artis terkenal dari Gunung Cikuray. Ketika lagi asyik eh malah ngagetin. Mau lari takut dikejar, mau manjat dah tidak memungkinkan, alhasil duduk termenung sambil melihat ketampanan si Bagas.
Tidak diketahui kapan video itu diambil. Yang pastinya, bukan kali ini saja kemunculan Bagas di tenda pendaki viral di media sosial dan membuat sosoknya semakin populer.
Teknik berdiam diri tanpa berisik adalah salah satu cara agar tidak terkena serangan babi hutan. Namun tidak semua orang berani seperti ini karena takut. Lokasi: Di sekitar jalur pendakian Gunung Cikuray, Garut, Jawa Barat, Indonesia.
Video itu mendapat komentar beragam yang umumnya mengaku salut. Akun ali_ Murtadho mengatakan 'Salut buat masseeeh, tueeenang walaupun agak ndrodok titik. Kemudian, tyasrahaayu berkomentar belum pernah ndaki min, tapi kalau lihat kaya gini antara mau sedih dan ngakak.
Diketahui, yang dimaksud dengan Bagas adalah singkatan dari Bagong Ganas yang tak lain ada babi hutan. Reputasinya di mata pendaki Gunung Cikurai sudah sedemikian masyurnya karena kerap menghampiri tenda pendaki.
Kedatangannya kerap kali membuat para pendaki seperti tak punya cara lain untuk menjauh dari serangannya selain memanjat pohon menunggu sampai si Bagas itu pergi.
Berita Terkait
-
Di Antara Lembah dan Puncak: Jalur Menuju Annapurna Base Camp
-
Bisa Bikin Gendut dan Diabetes? Ini 8 Bahaya Duduk Terlalu Lama
-
Pendaki Meninggal Dunia Tersambar Petir di Puncak Gunung Monrolo Maros
-
Sandiaga Uno Resmi Jadi Kakek, Atheera Uno Melahirkan Anak Pertamanya
-
Oktober 2026, Cikuray via Tapak Gerot Bakal Jadi Gunung Bebas Sampah Pertama di Jabar
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Pameran Foto "Perisai Tunas" Soroti Perlindungan Anak di Ruang Digital
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel