/
Rabu, 17 Agustus 2022 | 10:07 WIB
Ilustrasi Bendera Merah Putih. (unsplash)

Deli.Suara.com - Bendera Merah Putih yang merupakan simbol Negara Kesatuan Republik Indonesia memiliki sejarah yang panjang penuh perjuangan dalam menggapai kemerdekaan.

Dikutip dari suara.com, Bendera Merah Putih merupakan bendera nasional Indonesia sejak tanggal 17 Agustus 1945.

Bersamaan dengan pembacaan Teks Proklamasi, Bendera Merah Putih juga resmi digunakan sebagai sang saka Indonesia.

Sejarah Bendera Merah Putih tidak hanya bermula ketika menjelang kemerdekaan Indonesia. Ternyata sejarah Bendera Merah Putih telah dimulai pada masa kerajaan-kerajaan di Tanah Air.

Sebutan Sang Merah Putih

Penyebutan Bendera Merah Putih dalam Sejarah Bendera Merah Putih kerap disingkat sang merah putih. Sebutan lainnya ialah Sang Saka Merah Putih, Merah Putih, dan Sang Dwiwarna.

Bentuk Bendera Merah Putih

Merah Putih berbentuk empat persegi Panjang. Ukuran Bendera Merah Putih, lebar 2/3 (dua-pertiga) dari panjangnya. Bagian atas berwarna merah dan bawah berwarna putih. Ukuran kedua bagian sama.

Makna Bendera Merah Putih

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Sumut Rabu 17 Agustus: BMKG Warning Hujan Deras Sore dan Malam

Bendera Merah Putih merangkum nilai-nilai kepahlawanan, patriotisme, dan nasionalisme. Bila ditinjau dari segi sejarah Bendera Merah Putih, warna merah dan putih mengandung makna yang suci.

Sejak Kerajaan Majapahit berjaya di Nusantara, warna yang kerap digunakan dalam panji-panjinya ialah merah dan putih. Terkenal dengan sebutan umbul-umbul abang-putih (merah-putih).

Dalam tradisi Jawa, warna merah dan putih ini digunakan untuk upacara selamatan kandungan bayi empat bulan di dalam Rahim. Bentuk selametan itu berupa bubur merah dan putih. Unsur merah sebagai lambang ibu dan unsur putih sebagai lambang ayah.

Sementara dalam filosofi modern, warna merah sebagai lambang dari keberanian. Warna putih merupakan tanda kesucian.

Penjahit Bendera Merah Putih

Dalam sejarah Bendera Merah Putih, penjahit Bendera Merah Putih ialah Fatmawati, istri Ir. Soekarno. Menurut penuturan Sukmawati Sukarnoputri, saat sedang menjahit bendera pusaka tersebut, Fatmawati menitikkan air mata. Bendera hasil jahitan tangan Fatmawati kemudian dikibarkan pada 17 Agustus 1945.

Load More