Deli.Suara.com - Wakil Ketua Komisi III DPR RI Desmond Mahesa memberikan kritik keras terhadap Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) terkait dengan kasus pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.
Kritik ini disampaikan Desmond kepada Mahfud MD selaku Ketua Kompolnas dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (22/8/2022).
Menurutnya, Kompolnas yang mestinya berfungsi mengawasi Polri malah berubah menjadi juru bicara atau public relation (PR) untuk Polres Jakarta Selatan untuk menjelaskan peristiwa kematian Brigadir J kepada publik.
"Persoalannya adalah pada saat salah seorang anggota Kompolnas cuma jadi PR saja atas keterangan Kapolres Jakarta Selatan, ternyata (keterangan) itu salah ini kan luar biasa," ujar Desmond seperti dilihat Suara Deli dalam akun YouTube DPR RI, Selasa (23/8/2022).
Wakil Ketua Komisi III DPR RI lalu menyampaikan sebenarnya Kompolnas ini diperlukan atau tidak dalam melakukan pengawasan terhadap Polri.
"Nah luar biasa ini lah dalam catatan sebenarnya Kompolnas ini perlu nggak?" tanya Desmond.
Mendengar hal itu, Mahfud MD lalu memberikan jawaban kepada menohok. Ia mempersilahkan DPR bila ingin membubarkan Kompolnas.
"Oh terserah kan bapak yang buat Kompolnas ada ini, kan DPR yang buat kalau mau bubarkan, ya bubarkan saja," tegas Menkopolhukam.
Lebih lanjut, Desmond juga mempertanyakan apakah surat yang dilayangkan Kompolnas pernah direspon oleh kepolisian atau tidak.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Sumut Selasa 23 Agustus: Medan-Deli Serdang Hujan di Pagi Hari
"Ada tinjaklanjut gak, yang saya tanya tugas bapak direspon gak, kalau gak direspon maka benarlah tidak perlu ada Kompolnas," ujarnya.
"Kalau direspon berarti ada Kompolnas Polri semakin maju. Kalau surat-surat Kompolnas tidak dilayani sama kepolisian, buat apa Kompolnas ada, kan begitu harusnya! ini catatan saya," sambungnya.
Diketahui, Kompolnas ikut dihujat karena sempat memberikan informasi atau kronologi kejadian berdasarkan versi kepolisian. Padahal belakangan, narasi itu ternyata salah alias skenario palsu untuk menutupi fakta sebenarnya.
Anggota Kompolnas Benny Mamoto mengaku tidak bermaksud menyampaikan informasi tak benar ke masyarakat. Ia hanya mengutip kronologi peristiwa itu dari sumber resmi kepolisian.
Ketika itu Benny membenarkan bahwa motif Bharada E menembak Brigadir J karena adanya pelecehan seksual yang dialami istri Irjen Ferdy Sambo yaitu, saudari PC.
Polisi kemudian mengungkap fakta dibalik kasus tersebut ini, bahwa yang terjadi adalah pasal pembunuhan berencana
“Saya sampaikan dari sumber resmi yang ternyata berbohong. Saya jadi korban,” katanya.
Berita Terkait
-
Anak-Anak Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi Jadi Korban Kesadisan Orangtua, Mabes Polri Turun Tangan
-
Komnas HAM Sebut Ada Penghilangan Rekam Jejak Digital di Kasus Pembunuhan Brigadir J
-
Mendiang Brigadir J Bercita-cita Jadi Perwira, Berencana Menikah usai Wisuda
-
Gus Yusuf Beri Dukungan ke Kapolri, Berantas Perjudian dan Selesaikan Kasus Ferdy Sambo
-
Rencana Brigadir J Menikah Pupus, Irma Hutabarat Sebut Ibunya Terlalu Sedih
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
Terkini
-
Rangkaian Skincare Viva untuk Remaja Atasi Masalah Kulit di Masa Pubertas
-
Berpisah, Bangkok United Tak Perpanjang Kontrak Pratama Arhan
-
Parkir Cawang Tak Dilarang Total, Sudinhub: Kami Tindak yang Bandel!
-
Bukan Merendahkan, Wamenaker Ungkap Alasan Batasi Aturan Outsourcing di 4 Jenis Pekerjaan
-
Sasar 5 Provinsi, Program Lanskap Berkelanjutan Targetkan Konservasi Jutaan Hektare Kawasan
-
Proses Veneer Gigi di Damessa dari Awal hingga Selesai
-
Residivis Narkoba di OKI Ternyata Produksi Senjata Api Rakitan, Bom Molotov Ikut Disita
-
Muktamar PBNU dan Gertakan Cak Imin: Siapa yang Dianggap 'Main-main'?
-
Prioritaskan Piala Dunia, Ini Pengaruhnya pada Produktivitas Kerja
-
Misteri Pesan WA Anonim Ungkap Penyekapan Tragis 3 Tahun di Bandung