Renungan harian (Katolik) Senin, 05 September 2022 Bersama Pater Fredy Jehadin,SVD
===============
PEKAN BIASA XXIII
Senin,
05 September 2022
Bersama Pater Fredy Jehadin,SVD
===============
BACAAN PERTAMA:
1 Korintus
5: 1 - 8
INJIL LUKAS
6: 6 - 11
Pada suatu hari Sabat lain, Yesus masuk ke rumah ibadat, lalu mengajar. Di situ ada seorang yang mati tangan kanannya. Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang pada hari Sabat, supaya mereka dapat alasan untuk mempersalahkan Dia. Tetapi Ia mengetahui pikiran mereka, lalu berkata kepada orang yang mati tangannya itu: "Bangunlah dan berdirilah di tengah!" Maka bangunlah orang itu dan berdiri. Lalu Yesus berkata kepada mereka: "Aku bertanya kepada kamu: Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membinasakannya?" Sesudah itu Ia memandang keliling kepada mereka semua, lalu berkata kepada orang sakit itu: "Ulurkanlah tanganmu!" Orang itu berbuat demikian dan sembuhlah tangannya. Maka meluaplah amarah mereka, lalu mereka berunding, apakah yang akan mereka lakukan terhadap Yesus.
Demikianlah Sabda Tuhan
Baca Juga: Jadwal Liga Champions Pekan Ini: PSG vs Juventus, Inter vs Bayern hingga Napoli vs Liverpool
U: Terpujilah Kristus
===============
SIRAMAN ROHANI
SENIN,
05 SEPTEMBER 2022
RP FREDY JEHADIN, SVD
Tema:
Berbuat Baik Dan Selamatkan Hidup Sesama!
Lukas 6: 6 - 11
Saudara-saudari… Ceritera Injil hari ini sesungguhnya mau menceriterakan sikap manusia dalam relasinya dengan sesama. Dalam masyarakat kita selalu ada dua kelompok. Ada kelompok yang selalu siap menolong sesama, ada kelompok yang mau mengancurkan sesama. Mungkin ada di antara kita yang mau bertanya: Mengapa Tuhan membiarkan orang yang menghancurkan kehidupan sesama tetap dibiarkan hidup? Jawabannya sangat sederhana, yaitu Tuhan membiarkan mereka hidup agar mereka boleh bertobat dan memperbaiki diri.
Kalau kita amati sikap Yesus terhadap orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, walaupun mereka selalu menantang Yesus, tetapi Yesus tidak pernah menolak mereka. Yesus tetap menerima dan mendengarkan pertanyaan mereka. Yesus sama sekali tidak pernah menolak dan menghancurkan mereka. Kalau Yesus merasa sangat kecewa, Ia paling menegur dan mengingatkan mereka agar bertobat dan kembali ke jalan yang benar.
Hari ini, dalam rumah Tuhan, orang Farisi dan ahli Taurat masih punya sikap negatip terhadap Yesus. Injil katakan bahwa ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang pada hari Sabat, supaya mereka dapat alasan untuk mempersalahkan Dia. Satu sikap yang sungguh tidak terpuji. Tubuh mereka ada dalam Bait Suci, tetapi pikiran dan hati mereka masih punya rencana jahat. Motivasi dasar ke Bait Suci pada hari Sabat, yang seharusnya mau memuji dan memuliakan Tuhan dilecehnya. Bukan lagi pujian dan kemulian yang mereka panjatkan, tetapi kejahatan dan kepura-puraan.
Kepura-puraan mereka sudah dibaca oleh Yesus Kristus. Kini Yesus Kristus tampil dan ingatkan mereka agar mereka sadar akan apa yang seharusnya mereka buat pada hari Sabat. KataNya: “Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membinasakannya?” Lukas 6: 9
Yesus sama sekali tidak mempermalukan orang Farisi dan ahli Taurat di depan umum. Ia secara umum mengingatkan semua yang hadir dalam Bait suci bahwa pada hari Sabat mereka seharusnya memuji dan menghormati Tuhan. Pujian dan hormat itu diwujudkan lewat menyelamatkan dan membahagiakan orang yang sangat membutuhkan uluran tangan sesama. Bukankah Tuhan hadir dalam diri semua orang, baik yang sehat maupun yang sakit? Di saat kita menyelamatkan orang yang sangat membutuhkan bantuan kita, di saat yang sama kita sudah membahagiakan Tuhan.
Pertanyaan untuk kita: apakah kita selalu punya sikap seperti Yesus Kristus, yang selalu siap melayani orang yang membutuhkan uluran tangan kita? Apakah kita selalu siap membahagiakan sesama kita? Atau mungkin kadang kita memiliki sikap seperti orang Farisi dan ahli Taurat, yaitu memuji dan memuliakan Tuhan dengan mulut tetapi pikiran dan hati kita menjauh dari pada Tuhan atau bahkan punya motivasi jahat untuk menghancurkan sesama?
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Bos Go Ahead Eagles: Dean James Masih Gunakan Paspor Belanda!
Pilihan
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
Terkini
-
Pakai Sunscreen Dulu atau Day Cream Dulu? Ini Urutan Skincare yang Benar
-
Ramadan Berlalu, Lebaran Usai: Bagaimana Merawat Makna Fitri di Tengah Kesibukan Sehari-hari
-
Buntut Uang Rp 20 Ribu, Anak di Tuban Aniaya Ayah dan Adik Kandung hingga Patah Gigi
-
Junior Liem Comeback di Na Willa, Intip Daftar Film yang Pernah Dibintanginya
-
Auditor Teddy Bebas di Kasus Korupsi Dana Trans Padang, 2 Ahli Nyatakan Putusan Vonis Sudah Tepat
-
Bacaan Niat Puasa Enam Hari di Bulan Syawal, Ini Waktu Terbaik dan Keutamaannya
-
Promo Nonton Bioskop Spesial Lebaran, Dapat Cashback hingga Beli 1 Gratis 1 Tiket
-
Arus Balik Padat, Korlantas Polri Berpeluang Perpanjang One Way Nasional Trans Jawa
-
Libur Lebaran 2026, Istano Basa Pagaruyung Diserbu Wisatawan hingga Tembus 10 Ribu Pengunjung Sehari
-
DJP Ungkap Aktivasi Akun Coretax Tembus 16,6 Juta di H+1 Lebaran