Deli.Suara.com - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Utara (Sumut), menyambut baik adanya aksi tolak kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dilakukan mahasiswa di depan Gedung DPRD Sumut, Senin (12/9/2022).
"Kami dari Fraksi PAN, sudah meminta kepada pemerintah pusat agar meninjau ulang kenaikan BBM ini. Karena sudah menodai UUD 1945 Pasal 18," terang Anggota DPRD Sumut Fraksi PAN, Yahdi Khoir Harahap kepada para pengunjuk rasa.
Dia bilang, aksi yang dilakukan ini merupakan perwakilan masyarakat yang merasakan dampak atas kenaikan BBM tersebut.
"Jangnkan kalian (mahasiswa), Pak polisi juga merasakan adanya beban hidup naik. Ya kan pak?" Ucap Yahdi sambil polisi itu mengangguk.
Ditambahkannya, kenaikan BBM tersebut akan berdampak adanya kenaikan bahan pokok maupun listrik nantinya.
"Kami mendukung dan akan sampaikan ke pemerintah pusat atas penolakan mahasiswa ini,"ucapnya.
Seraya pula diungkapkan oleh Anggota DPRD Sumut Fraksi PKS, Abdul Rahim Siregar. Ia bilang, mahasiswa merupakan jembatan sebagai masyarakat untuk menolah BBM ini karena itu juga dirasakan masyarakat.
"Saya sebagai wakil rakyat, bahwasannya Indonesia hari ini tidak baik-baik saja. Seharusnya kebijakan pemerintah harus melihat kondisi masyarakat. Kita baru pulih dari pandemi. Data BPS menyebutkan kemiskinan bertambah 3 Juta yang menjadi 26 juta,"terangnya.
Lanjutnya, alasan pertama subsidi BBM itu belum tepat sasaran. Abdul Rahim bilang, PKS tegas atas kenaikan minyak ini.
Baca Juga: Rayakan Ulang Tahun di Sidang Paripurna, Puan Maharani akan Diadukan ke MKD
"Kita sama-sama berjuang, DPRD sebagai institusi sudah memberikan surat bahwasanya masyarakat sumut menolak kenaikan BBM dituju ke DPR RI untuk diterukan ke pemerintah pusat. Kenaikan harusnya tidak berdiri sendiri, harus diikuti hal-hal lainnya," tambahnya.
Sementara Rizki Dalimunte selaku kordinator Aksi meminta kepada pemerintah pusat tidak menaikkan BBM. karena ekonomi Indonesia saat ini tidak baik.
"Jika belum turun BBM, kami akan melakukan aksi lebih banyak lagi," tukasnya.
Reporter: Beni Nasution
Berita Terkait
-
Viral Video Arogansi Pria Diduga Anggota Polisi di Kota Bekasi, Mahfud MD Ikut Buka Suara
-
Penerimaan Mahasiswa Baru, Waspada Serangan Phising Curi Penelitian Pribadi dan Informasi Pribadi
-
KPK Perpanjang Penahanan Tersangka Suap Unila Karomani dkk
-
Dituding Sebagai Pengalih Isu Kasus Ferdy Sambo, Ini Tanggapan Hacker Bjorka
-
Kapolri Langsung Pecat Polisi Bermasalah: Tak Perlu Tegur Lagi, Saya Copot!
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 HP Oppo A Series dengan Chipset Snapdragon Paling Worth It Harga Rp1 Jutaan
-
1 Tahun Sekolah Rakyat, Wamensos: Alhamdulillah Cukup Berhasil
-
Bukan Sekadar Kunjungan Biasa, Jokowi Ungkap Alasan Hadiri Rakorda PSI di Lampung
-
10 Hari Ini Gratis, Jateng Fair 2026 Pamer Inovasi, Investasi, dan Hiburan di PRPP
-
Bayar Pajak Kendaraan di Jateng Bisa dapat Emas, Cek Daftar Pemenangnya di Sini
-
Penandaan APBD 2027: Langkah Strategis Kemendagri Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
-
Mendagri: Parade Tenun Belu Jaga Warisan Budaya dan Gerakkan Ekonomi Daerah
-
Dendam di Era Digital: Bagaimana Cape Fear Menggambarkan Hancurnya Reputasi dengan Satu Unggahan
-
Gelombang Pengunduran Diri di Partai Buruh Berlanjut, Seluruh Pengurus DIY Kompak Pamit
-
Dampak Mengerikan Gempa Venezuela, Korban Tewas Bertambah Jadi 589 Orang