/
Senin, 12 September 2022 | 14:51 WIB
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Selebtek.suara.com - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dengan tegas mengatakan akan langsung mencopot anggotanya yang melakukan pelanggaran. Ia tidak akan menegur lagi jika ada laporan pelanggaran yang dilakukan oleh personel Polri baik Polisi laki-laki (Polki) maupun Polisi wanita (Polwan).

“Kalau ada laporan saya tak perlu tegur lagi, langsung saya proses, saya copot, ini berlaku untuk semuanya apakah itu Polki, apakah itu Polwan,” ujar Kapolri dalam unggahan video di akun Instagramnya, dikutip Selebtek.suara.com, Senin (12/9/2022).

Sigit menegaskan semua itu ia lakukan atas dasar rasa sayangnya kepada institusi yang dipimpinnya itu. Ia harus menjaga 430 ribu polisi dan 30 ribu PNS yang telah bekerja dengan baik.

“Saya harus mencopot, saya harus menindak terhadap rekan-rekan yang melakukan pelanggaran-pelanggaran, dan ini terus saya ulang-ulang, karena saya sayang dengan 430 ribu polisi yang telah bekerja dengan baik, dan 30 ribu PNS yang juga bekerja dengan baik,” kata Sigit.

Ia mengajak seluruh anggotanya untuk memberantas kejahatan dan penyakit masyarakat khususnya yang melibatkan personel Polri. 

“Jadi kalau masih ada yang kedapatan melanggar terkait terkait dengan masalah judi, terkait dengan masalah penyakit masyarakat, negara sedang pusing, bebannya cukup berat terhadap kejahatan-kejahatan kekayaan negara, tolong diberantas,” tegasnya.

Sigit juga mewanti-wanti agar seluruh personel Polri menghindari segala bentuk pelanggaran yang mencederai rasa keadilan masyarakat.

“Saya selalu wanti-wanti hindari pelanggaran-pelanggaran khususnya hal-hal yang mencederai rasa keadilan masyarakat," ujar Sigit.

"Pelanggaran-pelanggaran yang kalau itu kita lakukan, maka itu akan semakin menurunkan kepercayaan publik kepada Polri,” lanjut Sigit.

Baca Juga: Ketua Komnas HAM Ungkap Maksud Dugaan Istri Ferdy Sambo Ikut Tembak Brigadir J

Untuk kebaikan institusi Polri, Sigit meminta kepada atasan dan bawahan untuk saling mengingatkan jika ada tindakan yang mengarah pada terjadinya pelanggaran.

“Ikan busuk tentunya mulai dari kepala, mari kita saling mengingatkan. Atasan mengingatkan anak buah, anak buah juga sama menyampaikan ‘komandan sepertinya ini salah’ dan itu sah-sah saja," kata Sigit.

"Jangan biasakan rekan-rekan pada saat menerima sesuatu yang mungkin tidak pas, terus rekan-rekan tidak berani untuk menyampaikan pendapat rekan-rekan, karena ini untuk kebaikan institusi,” jelasnya.(*)

Load More