/
Senin, 19 September 2022 | 18:16 WIB
Ilustrasi duet antara Anies - AHY pada Pilpres 2024. (Foto: Istimewa)

Deli.Suara.com – Akhir Agustus 2022 lalu, Lembaga Survei Independen merilis hasil survei jika Anies berpasangan dengan AHY. Hasilnya, pasangan Anies-AHY diprediksi menjadi duet maut di Pilpres 2024 sebagai capres dan cawapres. Hasil survei ini menunjukkan pasangan Anies-AHY unggul dalam tiga simulasi. 

“Survei simulasi pasangan Anies-AHY memiliki elektabilitas yang lebih kuat dibandingkan pasangan lainnya. Hal itu terjadi pada berbagai simulasi pasangan, baik simulasi empat pasangan, tiga pasangan maupun dua pasangan,” jelas Direktur Riset Lembaga Survei Independen, Fathur Rahman di Jakarta, Senin 22 Agustus 2022 lalu.

Dalam simulasi empat pasangan calon, Anies-AHY memperoleh tingkat keterpilihan tertinggi sebesar 28,3 persen.

Pada urutan kedua diraih pasangan Ganjar Pranowo – Erick Thohir dengan perolehan angka 19,6 persen, Prabowo Subianto – Muhaimin Iskandar di urutan ketiga sebesar 16,2 persen, serta Puan Maharani – Andika Perkasa di urutan keempat sebanyak 13,6 persen.

“Sebanyak 22,3 persen (responden) belum menentukan pilihan atau tidak menjawab,” katanya.

Pada simulasi tiga pasangan capres-cawapres, Anies-AHY masih memiliki keunggulan dengan elektabilitas 35,9 persen, sedangkan di urutan kedua ada Prabowo Subianto – Puan Maharani sebanyak 27,6 persen dan Ganjar Pranowo-Erick Thohir sebesar 16,4 persen.

“Sebanyak 20,1 persen (responden) belum menentukan pilihan,” ucapnya.

Sementara itu, dalam simulasi dua pasangan, Anies – AHY meraih 39,8 persen dan unggul di atas Prabowo Subianto – Puan Maharani yang mendapatkan 31,4 persen.

“Sebanyak 28,8 persen responden belum menentukan pilihan,” ujarnya.

Baca Juga: Keuntungan Ganda Beli Perhiasan Berlian, Sebagai Tanda Ungkapan Cinta Sekaligus Investasi

Survei ini dilakukan pada 8 sampai 20 Agustus 2022, dengan melibatkan 1.500 responden warga negara Indonesia (WNI) yang memiliki hak pilih di 34 provinsi.

Metode survei tersebut dilakukan dengan wawancara melalui jaringan seluler dengan margin of error 3.05 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Sejalan dengan hasil survei Lembaga Survei Independen, Partai Demokrat sendiri sepertinya akan memasangkan Anies – AHY di Pilpres 2024. Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat, Kamhar Lakumani mengatakan, Demokrat menghormati potensi duet Anies – AHY.

Bahkan, ia mengklaim Anies memiliki kedekatan dengan AHY selaku Ketua Umum Partai Demokrat.

“Kami menghormati sepenuhnya pernyataan kesediaan Mas Anies jika dicalonkan sebagai Capres. Mas Anies dengan Partai Demokrat dan Mas AHY memiliki kedekatan historis,” ucap Kamhar. 

Ia bahkan menyebutkan, Partai Demokrat siap menjadi panggung politik formal pertama bagi Anies Baswedan.

Menurutnya, Anies dan AHY juga telah terbangun persahabatan jauh sebelum keduanya hijrah ke medan pengabdian baru bagi bangsa dan negara melalui jalan politik.

“Mas Anies sebelumnya mengabdi sebagai akademisi dan mas AHY sebagai TNI. Nama Mas Anies sendiri sebelumnya telah dipresentasikan DPD Partai Demokrat DKI Jakarta untuk bisa berpasangan dengan Mas Ketum AHY,” paparnya.

Di sisi lain, Kamhar mengatakan, AHY saat ini juga banyak didorong uintuk maju di Pilpres 2024. Menurutnya, terkait posisi capres atau cawapres nantinya akan tergantung pada kesepakatan koalisi.

“Karenanya ikhtiar membangun koalisi menjadi salah satu agenda utama Partai Demokrat saat ini,” katanya.

Anies sendiri sudah membulatkan tekad siap menjadi capres di Pilpres 2024. Ia mengaku siap maju sebagai capres dengan catatan, ada partai yang mengusung.

“Saya siap maju sebagai presiden bila ada partai yang mengusung,” ujarnya.

Potensi duet Anies – AHY sejatinya sudah lumayan kencang dibahas di tataran petinggi partai. Hal ini diakui oleh Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera.

Ia mengatakan, duet Anies – AHY memang sudah menjadi pembicaraan bersama antara Demokrat, PKS dan NasDem. Hanya saja masih perlu dibicarakan lebih jauh lagi.

“Suaranya, infonya sudah ada, tapi belum final, masih harus duduk bareng bersama lagi. Karena kita ingin Mas AHY bagus, Mas Anies bagus,” ucap Mardani Ali Sera. 

Mardani membahas soal ceruk suara yang harus diraih jika ingin menang Pilpres 2024, yaitu ceruk suara Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

“Mas Anies Jabar kuat, Jateng, Jatim harus ada yang, makanya usulnya kalau Mas Anies ya cari yang Jateng-Jatim. Mas AHY kan Pacitan juga tuh, Jatim juga bisa,” katanya.

Mardani mengatakan, Anies juga bisa menggaet Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa jika ingin menang di Jawa Timur.

“Tapi bu Khofifah juga boleh. Kalau kita bisa, tapi kan semua masih cair,” tambahnya.

Walau begitu, Mardani menyebut semua masih sangat cair. Terlebih perhelatan Pilpres 2024 juga masih lama. 

“Jadi, perlahan kalau bahasanya tadi, siapa sabar dia menang, kami lagi meniti jalan lagi merajut biar indah,” tambahnya.

Bila menilik potensi duet Anies – AHY, maka tidak lepas dari tiga sosok King Maker. Diketahui Anies masuk menjadi salah satu kandidat capres yang diumumkan oleh Partai NasDem.

NasDem sendiri ada sosok Surya Paloh sang Ketua Umum yang pengalamannya di dunia politik Indonesia tidak diragukan lagi. 

Sementara dari sisi AHY, semua sudah tahu dia adalah anak dari Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang bisa dibilang hampir dipastikan akan turun gunung membantu sang putra bertarung di 2024.

Kemudian, sosok ketiga adalah Jusuf Kalla yang merupakan sosok mentor politik Anies. Keduanya dikenal dekat satu sama lain. Jadi patut ditunggu sejauh mana potensi duet Anies – AHY akan terwujud.

Sumber: Suara.com 

Load More