- Polisi menangkap pimpinan Padepokan Padang Ati berinisial AKF di Kabupaten Pekalongan atas dugaan pencabulan terhadap santriwati.
- Pengurus Padepokan Padang Ati meminta pihak penyebar informasi kasus tersebut untuk menghapus unggahan dan menyampaikan permintaan maaf.
- Langkah tersebut diambil karena pengurus menilai narasi yang beredar merugikan nama baik lembaga pendidikan serta menggiring opini negatif.
Suara.com - Pihak Padepokan Padang Ati akhirnya angkat bicara setelah pimpinannya yang berinisial A ditangkap oleh pihak kepolisian terkait dugaan kasus pencabulan terhadap seorang santriwati.
Kasus ini sebelumnya telah ramai diperbincangkan di media sosial dan menimbulkan reaksi keras dari masyarakat karena melibatkan seorang tokoh agama yang selama ini dihormati.
Dalam menanggapi pemberitaan yang beredar luas, pihak pengurus Padepokan Padang Ati mengeluarkan surat edaran resmi yang ditujukan kepada berbagai akun media sosial serta pihak-pihak yang telah menyebarkan informasi terkait kasus tersebut.
Dalam surat itu, mereka meminta agar unggahan yang berkaitan dengan kasus tersebut segera dihapus atau di-take down dari berbagai platform.
Tidak hanya itu, mereka juga meminta agar para penyebar informasi tersebut membuat pernyataan permintaan maaf kepada padepokan Padang Ati, pengasuh, serta pihak-pihak yang disebut dalam pemberitaan.
Mereka juga meminta agar pihak yang menyebarkan informasi tersebut datang langsung atau “sowan” untuk menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada pengasuh pesantren.
Dalam surat edaran tersebut, pihak pengurus menilai bahwa penyebaran informasi di media sosial telah menggiring opini publik ke arah yang negatif terhadap Pondok Pesantren Padang Ati.
Mereka beranggapan bahwa narasi yang berkembang di ruang publik tidak sepenuhnya mencerminkan fakta yang sebenarnya dan justru berpotensi merugikan nama baik lembaga pendidikan tersebut.
“Karena unggahan tersebut menggiring opini masyarakat menjadi berasumsi negatif terhadap Pondok Pesantren Padang Ati dan pengasuh,” demikian isi pernyataan dalam surat edaran tersebut.
Baca Juga: Masa Depan Tak Boleh Hancur, Bocah 12 Tahun Korban Inses Ayah Kandung Tetap Lanjutkan Sekolah
Mereka juga menegaskan bahwa permintaan ini disampaikan sebagai bentuk upaya menjaga nama baik lembaga padepokan yang diklaim sebagai pesantren.
Sementara itu, kasus yang melibatkan pimpinan pondok pesantren berinisial AKF (54) ini sebelumnya telah menjadi perhatian luas publik.
AKF yang merupakan pengasuh sekaligus pimpinan padepokan tersebut diamankan oleh pihak kepolisian di wilayah Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan.
Ia diduga menjadi pelaku dalam kasus yang menyeret seorang santriwati berinisial F.
Kasus ini mencuat setelah adanya laporan mengenai kehamilan santriwati tersebut yang sempat menimbulkan kejanggalan di tengah masyarakat.
Awalnya, muncul berbagai spekulasi dan narasi tidak masuk akal terkait kondisi korban.
Namun, penyelidikan polisi kemudian mengungkap fakta bahwa kehamilan tersebut bukanlah kejadian misterius, melainkan diduga akibat tindak kekerasan seksual yang dilakukan oleh pimpinannya sendiri.
Dari informasi yang dihimpun, sudah ada sejumlah santriwati yang melaporkan bahwa menjadi korban pencabulan sang kiai.
Berita Terkait
-
Viral Keributan SPBU, Oknum Polisi Diduga Pukul Taksi Saat Antre Lalu Ngaku Kakinya Dilindas
-
Detik-Detik Rumah Warga Jepara Rusak Usai Dilintasi Sound Horeg Saat Takbiran
-
Viral Sapi Kurban Kabur hingga Naik ke Pelaminan Warga, Suasana Hajatan Mendadak Heboh
-
BNN Bebaskan Anak Bupati yang Positif Ganja karena Cuma Terpapar, Netizen: Capek Dibodohi Terus
-
Keren, Viral Pria Sukses Beri Kejutan Ultah Pakai Template Netflix di Bioskop
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
Terkini
-
Tak Bisa Dampingi Kepergian Temon, Abdel Achrian Titipkan Keluarga untuk Melayat
-
Temon Dimakamkan di TPU Tanah Kusir Siang Ini, Jenazah Lebih Dulu Disemayamkan di GPIB Effatha
-
Paket Santet Rilis Trailer Perdana, Horor Kiriman Misterius Siap Hantui Bioskop Mulai 27 Agustus
-
Nggak Perlu Lagi Maraton Film Berjam-jam, Inilah Tren Drama Pendek yang Bikin Nagih
-
Profil Fangfang Istri Vicky Prasetyo yang Ramai Menjadi Sorotan
-
3 Dekade Menghibur, Project Pop Siap Guncang Jakarta Lewat Konser Forever Young Forever Fun
-
Promotor Ungkap Konsep Fan Meeting Win Metawin di Jakarta, Dibuat Lebih Intim dan Eksklusif
-
Padi Reborn Bawa 'Momen Sakral' Konser Dua Delapan ke Layar Lebar: Siap-Siap Merinding!
-
Gaia Music Festival 2026 Ajak Penonton Menikmati Musik di Tengah Alam Bandung
-
Sinopsis Film Anak-Anak Bambu, King Faaz Siap Beri Kejutan