Sementara jumlah konsumsi yang lebih banyak dengan produksi akan berpotensi mendorong impor yang besar-besaran.
Ketika kondisi produksi dan konsumsi yang tidak seimbang maka dapat menyebabkan pengeluaran yang melambung tinggi dan laba perusahaan di dalam negeri semakin menipis. Kondisi ini tentu akan memicu terjadinya resesi ekonomi.
3. Impor lebih besar dibanding ekspor
Kondisi ekspor-impor sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di dalam suatu negara. Jika jumlah impor lebih besar dibanding dengan ekspor, maka hal itu termasuk ciri-ciri resesi ekonomi global.
Saat suatu negara lebih banyak mendatangkan kebutuhan dari luar negeri, maka akan ada risiko defisit anggaran. Jika hal ini terjadi, maka pendapatan nasional bisa menurun sehingga menyebabkan resesi.
4. Menurunnya lapangan kerja
Menurunnya lapangan pekerjaan membuat meningkatnya angka pengangguran dan menunjukkan lemahnya pertumbuhan ekonomi dari suatu negara.
Jika hal ini terjadi, maka akan menyebabkan tingkat kriminalitas meroket. Karena semakin banyak perbuatan kriminal negara, maka dapat membuat investor kehilangan kepercayaan untuk menanamkan modal dan pada akhirnya suatu negara berpeluang untuk jatuh ke jurang resesi.
Terjadinya resesi ekonomi global dapat ditandai dengan adanya penurunan Produk Domestik Bruto (PDB) selama dua kuartal beruntun.
Baca Juga: Ibu-Ibu Menangis Kecewa Gara-gara Rizky Billar KDRT ke Lesti Kejora: Tega Kamu Sakiti Anakku!
Penyebab resesi ini merupakan hal-hal yang terkait dengan ekonomi dan juga teknologi yang saling berkaitan. Berikut ini penjelasan lengkap mengenai penyebab resesi ekonomi:
1. Guncangan Ekonomi
Adanya guncangan ekonomi yang mendadak seperti saat dunia dilanda pandemi Covid-19 adalah salah satu penyebab dari resesi ekonomi. Hal ini ditandai dengan lemahnya daya beli masyarakat akibat kesulitan finansial.
2. Perkembangan teknologi
Resesi ekonomi tidak hanya disebabkan oleh sektor ekonomi saja, tapi juga berkaitan dengan berkembangnya teknologi. Adanya revolusi industri membuat Artificial Intelligence (AI) dan juga robot akan menggantikan banyak dari pekerjaan manusia.
Jika ini terjadi, maka akan banyak pekerja yang berpotensi dirumahkan dan menjadi pengangguran sehingga membuat resesi tak terhindarkan.
3. Inflasi
Penyebab resesi ekonomi global selanjutnya adalah adanya inflasi. Pada 2020 lalu dunia telah mengalami resesi akibat pandemi Covid-19, sekarang resesi ekonomi dapat terjadi karena tingginya angka inflasi akibat harga sejumlah komoditas energi yang melambung.
4. Deflasi
Tidak hanya karena adanya inflasi, deflasi juga bisa menjadi penyebab resesi ekonomi. Deflasi ini ditandai dengan menurunnya harga barang ataupun jasa.
Jika dilihat dengan sekilat deflasi dapat meningkatkan daya beli masyarakat, akan tetapi jika terjadi secara berlebih maka akan merugikan penyedia barang dan jasa.
5. Tingginya suku bunga
Inflasi yang melambung tinggi menyebabkan bank sentral menaikkan suku bunganya. Permasalahannya, dua hal tersebut dapat diperparah dengan daya beli yang mulai menurun dan dapat menjadi pemantik terjadinya resesi ekonomi.
Terjadinya resesi ekonomi global bisa membuat pendapatan suatu negara dari pajak hingga non pajak akan menjadi lebih rendah. Hal ini disebabkan penghasilan masyarakat yang menurun hingga harga properti anjlok sehingga akhirnya dapat memicu rendahnya angka PPN ke kas negara.
Saat pendapatan suatu negara merosot, pemerintah mau tidak mau akan tetap dituntut untuk membuka lapangan pekerjaan sebanyak mungkin. Karena jumlah pengangguran yang semakin meningkat. Akibatnya, pinjaman atau utang negara ke bank asing bisa meroket.
Tak hanya sampai di situ, pembangunan akan tetap dituntut untuk terus berjalan dalam berbagai sektor pemerintahan, termasuk juga menjamin kesehatan rakyat.
Hal ini pada akhirnya akan menyebabkan penurunan pendapatan pajak dan juga meningkatnya pembayaran untuk kesejahteraan sehingga mengakibatkan defisit anggaran dan tingginya utang negara.
Setelah mengetahui dampak terjadinya resesi, negara perlu memahami bagaimana cara mengatasi resesi ekonomi global.
Pada dasarnya, resesi ekonomi menjadi kondisi yang menakutkan di banyak sektor. Berikut cara mengatasi resesi ekonomi:
1. Belanja besar-besaran
Pemerintah berencana akan melakukan belanja besar-besaran untuk dapat menghadapi ancaman resesi ekonomi sehingga permintaan di dalam negeri akan semakin meningkat dan dunia usaha tergerak melakukan investasi.
2. Mengembalikan kepercayaan dari investor
Selain dengan cara memperkuat daya beli, resesi ekonomi dapat diatasi melalui kebijakan serta proyek-proyek strategis untuk membangun daya iklim investasi agar para investor tertarik menanamkan modalnya kembali ke suatu negara.
3. Bantuan UMKM
UMKM merupakan salah satu sektor yang sangat terdampak adanya resesi ekonomi. Akan tetapi, bisnis tersebut memiliki daya tahan yang cenderung lebih baik dibandingkan beberapa perusahaan besar ketika terjadi krisis karena lingkupnya yang lebih kecil.
Jadi, perlu adanya sebuah bantuan finansial dari pemerintah agar kegiatan di sektor produksi tetap berjalan.
Demikian ulasan mengenai pengertian, ciri-ciri, penyebab, dampak dan cara mengatasi resesi ekonomi global. Semoga dapat menambah wawasan.
Sumber: Suara.com
Berita Terkait
-
Resesi Ekonomi Global: Ciri-Ciri, Penyebab, Dampak dan Cara Mengatasinya
-
Tingkatkan Ekonomi Desa, Jasa Raharja Kembangkan Ekowisata di Wakatobi
-
Bursa Saham Global Kebakaran, AS Masuk Dalam Jurang Resesi
-
Presiden Jokowi Sebut Ekonomi Indonesia Makin Membaik, Paling Tinggi di Antara Negara Anggota G20
-
Kotra Ajak Perusahaan RI Tingkatkan Kerjasama Ekonomi
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
- Merasa Dibohongi, Elza Syarief Mundur sebagai Pengacara Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya
Pilihan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
-
BREAKING NEWS: Kantor Dinas Pendidikan Sulsel Digeledah Kejati
-
Prediksi Argentina vs Aljazair: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
Terkini
-
4 HP Vivo dengan Desain Kamera Mirip iPhone 17, Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Real Madrid Resmi Datangkan Bernardo Silva Secara Gratis! Kontrak hingga 2028
-
Rupiah Terkapar ke Rp17.762 per Dolar AS, Investor Tunggu Putusan The Fed dan BI
-
Kehabisan Kata-kata, Lionel Scaloni: Kita Akan Merindukan Lionel Messi
-
Mahasiswa Blokir Jalan di Lapangan Merdeka Medan: Program Prabowo-Gibran Jadi Ladang Koruptor
-
Rismon Sianipar Temui Jokowi di Solo, Bawa Buku 'Otentifikasi Ijazah'
-
Vonis Empat Koruptor Proyek Chromebook Lombok Timur Diperberat di Tingkat Banding
-
Sebelum Cetak Hattrick Messi Alami Masalah Rumah Tangga? Istri Tulis Pesan Mengejutkan
-
KPK Sudah Selidiki Kasus MBG Lebih Dulu, Terbuka Jika Kejagung Mau Koordinasi
-
Mengapa Film Scary Movie 6 Semakin Sulit Membuat Penonton Tertawa?