Suara.com - Pada tanggal 28 September 2022, KOTRA, Kedutaan Besar Republik Korea untuk Indonesia, dan KADIN menyelenggarakan 'Indonesia-Korea Future Industry Business Plaza 2022' di Hotel Fairmont, Jakarta.
Kegiatan tersebut mencakup beberapa acara yakni Forum Kerjasama Industri Masa Depan antara Indonesia dan Korea, pameran bisnis, dan pertemuan one on one meeting. Lebih dari 300 orang dari Indonesia dan Korea Selatan akan hadir.
Forum Kerjasama Industri Masa Depan dimulai dengan sambutan pembukaan dari Presiden Kantor Pusat KOTRA Asia Tenggara-Oseania, Lee Jong-seob. Dilanjutkan dengan sambutan oleh Agus Tjahajana Wirakusumah, Asisten Khusus Menteri ESDM. Park Tae-song, Duta Besar Kedutaan Besar Korea untuk Indonesia, akan menyampaikan ucapan selamat. Terakhir, Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN), Bernardino M. Vega, juga akan memberikan sambutan.
Memanfaatkan momentum Presidensi G20 Indonesia, Indonesia-Korea Future Industry Business Plaza 2022 menyediakan sarana untuk mempercepat kerjasama ekonomi antara kedua negara. Dengan berbagi wawasan dan menjembatani peluang, acara tersebut mengambil tema yang sesuai dengan tiga pilar Presidensi G20 Indonesia yakni perubahan menuju energi berkelanjutan, kesehatan, dan transformasi digital.
Direktur Jenderal KOTRA Jakarta Lee Jang-hee mengatakan, KOTRA Jakarta berperan menjadi jembatan bagi perusahaan Korea Selatan dan perusahaan Indonesia untuk menjalin kerjasama ekonomi terutama di bidang ekspor, impor, dan investasi. Pandemi COVID-19 telah menyebabkan transformasi dalam segala aspek bisnis seperti pengadopsian digital dan penciptaan ekonomi berkelanjutan.
"Tujuan dari Indonesia-Korea Future Industry Business Plaza 2022 adalah untuk mengatasi tantangan dan rintangan yang muncul karena perubahan bentuk dalam lingkungan perdagangan internasional dan investasi akibat pandemi COVID-19," ujar Lee dalam keterangannya.
Kehadiran Kerjasama Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia Korea (IK CEPA) yang telah ditandatangani sejak tahun 2022, juga diharapkan meningkatkan nilai perdagangan dan investasi antara kedua negara. Perjanjian tersebut telah diratifikasi oleh Korea Selatan pada Juni 2021 dan Indonesia pada Agustus 2022. IK CEPA diharapkan resmi berlaku pada tahun 2023.
Lee Jang-hee optimis IK CEPA akan melahirkan sistem kerjasama yang lebih dalam di tengah ketidakpastian ekonomi global seperti ancaman inflasi, disrupsi rantai pasok, perang dagang, dan konflik geopolitik. Korea Selatan mengeliminasi sebanyak 95.5% dari pos tarif yang mewakili 97.3% nilai impor dari Indonesia. Pada saat yang sama, Indonesia juga memangkas 93.0% pos tarif yang mewakili 97.0% impor dari Korea Selatan.
"Korea Selatan akan melanjutkan kolaborasi yang melibatkan industri dengan teknologi tinggi seperti kendaraan listrik dan baterai sekunder sebagai bagian dari Environmental Social Governance (ESG) untuk mendukung kebijakan keberlanjutan Indonesia," tambah Lee.
Baca Juga: Tingkat Ekonomi Rendah Jadi Salah Satu Faktor Penyebab Stunting
Indonesia merupakan salah satu mitra penting bagi Korea Selatan, khususnya di kawasan ASEAN. Nilai perdagangan Korea Selatan dan Indonesia tercatat sebesar USD 15.3 miliar untuk periode Januari hingga Juli 2022. Angka tersebut tumbuh 49.3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni USD 10.2 miliar. Pencapaian tersebut membuat Indonesia menjadi negara ASEAN sebagai partner dengan nilai perdagangan terbesar kedua dengan Korea Selatan. Komoditas utama yang yang diperdagangkan kedua negara tersebut adalah (1) bahan bakar mineral, minyak mineral dan produk; (2) mesin dan peralatan listrik; (3) besi dan baja; (4) bijih, terak, dan abu; dan (5) plastik.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan, RAM 6 GB Performa Jempolan
- 5 Sepatu Skechers Paling Nyaman untuk Jalan Kaki, Cocok Dipakai Lansia
- 5 Sunscreen untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
Pilihan
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
Terkini
-
Harga Batu Bara Meroket Imbas Kebijakan China, Menuju Harga Tertinggi?
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Menteri PU: Tidak Ada Lagi Kabupaten/Kota Terisolasi Akibat Banjir Sumatera
-
Harga Makin Naik, Gen Z dan Milenial Kompak Borong Beli Emas
-
DBS: Ekonomi AS Bakal Masuki Era Baru, Utang Bakal Tinggi
-
Laporan Korban Makin Banyak, Ini Metode Penipuan Paling Rentan di Sektor Keuangan
-
Aliran Uang PT Dana Syariah Indonesia Diduga Masuk ke Rekening Direksi
-
Cadangan Hidrokarbon Ditemukan di Sumur Mustang Hitam, Riau
-
OJK Ungkap Dana Syariah Indonesia Terlibat Proyek Fiktif Hingga Skema Ponzi
-
Dorong Melek Keuangan, Pelajar Dibidik Buka Tabungan