/
Senin, 03 Oktober 2022 | 10:27 WIB
IHSG

Deli.suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin pagi terkoreksi seiring pelaku pasar yang menantikan rilis data inflasi domestik untuk bulan September.

IHSG dibuka melemah 0,34% di 7.017 mengawali perdagangan perdana di bulan Oktober, Senin (3/10/2022). Selang 5 menit IHSG terpantau turun 0,3% ke 7.018,24.

Di awal perdagangan hari ini, investor patut mencermati sejumlah sentimen, salah satunya yaitu ambruknya bursa saham AS pada pekan lalu.

Terkoreksinya bursa Wall street dipicu oleh kekhawatiran investor terhadap potensi resesi setelah mayoritas bank sentral dunia mengetatkan kebijakan moneternya dengan kompak menaikkan suku bunga acuan untuk meredam tsunami inflasi yang melanda di berbagai negara di dunia.

Padahal, perekonomian AS secara teknis sudah memasuki zona resesi.Berdasarkan data dari Biro Analisis Ekonomi AS yang dirilis Kamis (29 September 2022), ekonomi AS mengalami kontraksi 0,6% secara tahunan pada kuartal II/2022, tak berubah dari pembacaan awal pada akhir Juli lalu.

Data tersebut mengonfirmasi bahwa AS telah memasuki resesi secara teknis menyusul kontraksi 1,6% pada kuartal I-2022.

Selain itu, hari ini investor dalam negeri juga perlu mencermati rilis data inflasi terbaru untuk bulan September dan akan diumumkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dalam konferensi pers yang akan digelar Senin (3 Oktober 2022) pukul 11.00 WIB.

Sebagai catatan, Indonesia mencatatkan deflasi sebesar 0,21% (mtm) sementara inflasi tahunannya menembus 4,69% pada Agustus 2022.

Kenaikan pada angka inflasi diprediksikan dipicu oleh naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. 

Baca Juga: 8 Penampakan Kapal Mewah Rp38 Miliar yang Katanya Jadi Kado Rizky Billar untuk Lesti Kejora

Pada 3 September 2022, pemerintah Indonesia telah menaikkan harga BBM Subsidi Pertalite dari Rp 7.650 per liter menjadi Rp 10.000 per liter. Disusul, harga Solar subsidi dikerek menjadi Rp 6.800 per liter dari Rp 5.150 per liter. Dua BBM Subsidi tersebut rata-rata naik 31,4%. [BAB]

Load More