/
Sabtu, 01 Oktober 2022 | 16:55 WIB
Ilustrasi resesi ekonomi global. (Foto: Istimewa)

Deli.Suara.com – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa pada tahun 2023 akan terjadi resesi ekonomi global.

Hal ini mengacu pada studi Bank Dunia yang menilai jika kebijakan pengetatan moneter yang dilakukan oleh bank-bank sentral akan berimplikasi pada krisis pasar keuangan dan juga pelemahan ekonomi.

Untuk itu, ketahui pengertian, ciri-ciri, penyebab, dampak dan cara mengatasi resesi ekonomi global

Resesi ekonomi global menjadi masalah serius yang menghantui seluruh negara di dunia, termasuk Indonesia. Seperti yang diketahui, ekonomi dunia saat ini sedang tidak baik-baik saja terutama setelah terjadinya pandemi Covid-19.

Resesi ekonomi global adalah kondisi penurunan aktivitas ekonomi secara signifikan dalam jangka waktu yang stagnan dan lama. Kondisi ini bisa terjadi mulai dari berbulan-bulan hingga bertahun-tahun.

Terjadinya resesi ekonomi ini dapat memicu penurunan keuntungan dari sebuah perusahaan, meningkatnya angka penganguran, hingga mengalami kebangkrutan ekonomi.

Umumnya, resesi dapat terjadi saat ekonomi di suatu negara tumbuh negatif pada dua kuartal secara beruntun. 

Diketahui, pada tahun 2020 lalu dunia mengalami resesi akibat terjadinya pandemi Covid-19. 

Sehingga menyebabkan berkurangnya beberapa lapangan kerja serta tidak sedikit pegawai yang dirumahkan. Tanpa adanya kreativitas dan berjalannya mobilitas manusia, roda ekonomi pun ikut macet.

Baca Juga: Ibu-Ibu Menangis Kecewa Gara-gara Rizky Billar KDRT ke Lesti Kejora: Tega Kamu Sakiti Anakku!

Sementara itu, ciri-ciri suatu negara mengalami resesi ekonomi adalah: 

1.   Pertumbuhan ekonomi yang negatif

Resesi ekonomi dapat terjadi ketika pertumbuhan ekonomi di suatu negara berlangsung secara negatif hingga pada angka dua kuartal berturut-turut.

Kondisi ini pada umumnya terjadi karena dipengaruhi oleh ketidakstabilan dari investasi, pendapatan nasional, konsumsi, pengeluaran serta ekspor-impor. Jika hal tersebut terjadi terus menerus dalam jangka waktu yang cukup lama, maka resesi ekonomi akan sulit untuk dihindari.

2.   Produksi dan konsumsi yang tidak seimbang

Salah satu ciri resesi ekonomi selanjutnya adalah produksi dan konsumsi yang tidak seimbang. Jika kegiatan produksi berlebih, maka stok sebuah barang akan terus menumpuk.

Load More