Deli.suara.com - Akhir-akhir ini, banyak pemberitaan mengenai ancaman resesi yang akan berpengaruh terhadap ekonomi. Lantas, apa itu resesi ? Resesi merupakan istilah dalam bidang ekonomi dimana terjadi penurunan aktivitas ekonomi dalam kurun waktu tertentu bahkan cenderung lama secara signifikan.
Banyak orang yang mengkhawatirkan hal ini, terlebih orang awam yang kurang paham dengan bidang ekonomi. Ada beberapa negara yang terancam masuk jurang resesi, diantaranya Korea Selatan, Indonesia, China, Jepang, Mongolia dan beberapa negara lain di Eropa.
Penyebab Resesi Ekonomi
Resesi terjadi tidak hanya karena adanya inflasi saja, ada beberapa penyebab lain yang memicu terjadinya resesi, diantaranya :
Umumnya, deflasi ditandai dengan turunnya harga barang dan jasa. Sebenarnya hal ini mampu meningkatkan daya beli masyarakat. Akan tetapi, jika terjadi secara berlebihan akan membuat penyedia barang maupun jasa mengalami kerugian.
Inflasi
Banyak masyarakat yang khawatir akan terjadinya inflasi, karena jika terjadi akan membuat harga barang maupun jasa akan meningkat. Kondisi inflasi yang berlebihan bisa menyebabkan daya beli masyarakat menurun. Imbasnya, angka kemiskinan, pengangguran akan meningkat.
Guncangan Ekonomi
Guncangan ekonomi ini bisa disebabkan karena adanya peristiwa yang mengganggu perekonomian secara luas, seperti pandemi Covid-19, bencana alam dan sebagainya.
Baca Juga: Gara-gara Daging Babi, Warganet Tak Yakin Itu Suami Ayu Dewi
Dampak Resesi
Resesi bisa menyebabkan dampak yang buruk terhadap pemerintah, perusahaan hingga masyarakat secara luas.
Dampak Terhadap Pemerintah
Jika terjadi resesi, akan berdampak besar terhadap pemerintah dimana pendapatan negara dari pajak maupun non pajak akan menurun. Pemicunya karena pendapatan masyarakat yang menurun hingga harga properti yang turun drastis.
Dampak Terhadap Perusahaan
Terjadinya resesi yang berlebihan akan membuat potensi perusahaan bangkrut semakin besar. Penyebabnya tentu karena daya beli masyarakat yang menurun, sehingga pendapatan perusahaan tidak sebanding dengan biaya produksinya.
Dampak Terhadap Masyarakat
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
Terkini
-
35 Kode Redeem FF Terbaru 5 Mei 2026: Jangan Kehabisan Skin SG2 Golden Glare
-
Man City Ditahan Everton, Pep Guardiola Akui Nasib Gelar Juara Tak Lagi di Tangan Sendiri
-
Panduan Wajib Membeli Mobil Listrik Bekas, Pastikan Mendapat EV Impian Tanpa Menyesal
-
Perjalanan Batik Tulis Ethnic Gendhis, dari Ruang Tamu hingga Ekspor ke Inggris
-
Tragis! Kronologi Bocah 7 Tahun di Pemalang Tewas Tenggelam di Dasar Kolam Saat Les Perdana
-
Diduga Keracunan Makanan Pamitan Haji, 43 Warga Sleman Alami Diare dan Demam
-
5 Shio yang Beruntung pada 5 Mei 2026, Hidup Berubah Jadi Lebih Baik
-
Borussia Monchengladbach Selamat dari Degradasi, Ini Kata-kata Kevin Diks
-
Generasi Sekarang Semakin Jarang Jalan Kaki, Kenapa?
-
Solar Tembus Rp27.900/Liter: Masih Worth It Kah Beli Innova Reborn Diesel?