- Erna Suseno mendirikan UMKM batik tulis Ethnic Gendhis di Yogyakarta pada tahun 2018 menggunakan ruang tamu rumahnya.
- Produk batik Ethnic Gendhis kini telah dipasarkan secara luas hingga menembus pasar internasional seperti Malaysia, Kanada, dan Inggris.
- Bank BRI mendukung pengembangan usaha Ethnic Gendhis melalui program pendampingan, pelatihan, serta fasilitasi akses penjualan ke pasar lebih luas.
Suara.com - Tidak semua usaha langsung dimulai dari hal besar. Ada kalanya semua bermula dari ruang seadanya, seperti yang terjadi pada UMKM batik tulis asal Yogyakarta, yakni Ethnic Gendhis.
Ethnic Gendhis didirikan oleh Erna Suseno pada 2018. Alih-alih memiliki toko yang memadai, alumni Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM) ini memulai usaha tersebut di ruang tamu rumahnya.
"Dulu saya memang di Kotagede, jadi saya hanya mengambil space ruang tamu saya. Ruang tamunya agak luas, agak lumayan, saya pakai untuk batik. Berjalan bagus dan orang-orang kota kalau ke tempat saya kan enggak jauh," kata Erna kepada Suara.com.
"Kalau buka di rumah itu, ada plus minusnya. Plusnya saya bisa 24 jam, misal malam ada yang minta difotoin saya masih bisa," imbuhnya.
"Tapi minusnya kalau ada tamu di luar batik, misal tamu suami saya. Saya sudah tidak punya ruang tamu lagi, terus tiba-tiba customer sudah di depan, saya bingung. Kemudian saya pindah ke sini dengan harapan, dipakai untuk kerja di sini," tuturnya menambahkan.
Kini, Ethnic Gendhis sudah memiliki galeri di Jl. Potorono No.18, Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Selain itu, dirinya juga bekerja sama dengan beberapa store, sehingga produknya bisa dipasarkan di Malioboro hingga Bandara Yogyakarta International Airport (YIA).
Produk Sudah Go Internasional
Walau dimulai dengan langkah sederhana, Ethnic Gendhis akhirnya mampu memasarkan produknya hingga kosumen luar negeri. Ini berkat ketekunan, keinginan kuat untuk terus belajar, serta tak lelah menjalin relasi baru dari Erna selaku owner.
Ethnic Gendhis pun sudah mengirimkan berbagai produknya ke berbagai negara, seperti Malaysia, Kanada, hingga Inggris.
Baca Juga: BRI Kudus Perkuat Ekosistem UMKM, Pastikan Debitur KUR Terlindungi Jaminan
"Pertama kalinya, waktu masih produksi kain. Itu ke Malaysia. Dia hubungi lewat Instagram. Beberapa kali kirim," ujar Erna.
"Terakhir ini UK tapi kustom, seperti scraf, tapi motifnya tak kunci ya. Mereka kirim desain, saya buatkan. Terus sarung-sarung bantal batik, itu ke UK juga. Jadi sudah pernah ke Malaysia sama UK. Ke Kanada juga pernah, itu beberapa kali. Pernah dibawa ke Korea Selatan," imbuhnya.
BRI Menjadi Jembatan untuk Berkembang
Apa yang dicapai Erna Suseso tidak diraih dalam satu kedipan mata. Ada proses panjang yang dilalui. Salah satunya adalah ketika mengikuti program-program Bank BRI.
Wanita 55 tahun itu masih ingat betul program pertama yang dirinya ikuti, yakni Indonesia Mall. Acara itu membuat dirinya berkesempatan menjual produknya ke konsumen secara luas.
Erna benar-benar merasakan dampaknya karena mekanisme program yang praktis. Dirinya hanya mengirim produk ke BRI Cabang, kemudian akan diurus pihak BRI ke Jakarta hingga penjualan.
Berita Terkait
-
BRI Kudus Perkuat Ekosistem UMKM, Pastikan Debitur KUR Terlindungi Jaminan
-
Peringati Hari Bumi, Keraton Yogyakarta Dorong Pengelolaan Sampah Berbasis Kearifan Lokal
-
Permainan Indah Persija Tak Bertuah, Mauricio Souza Gerah: Kami Harus Bisa Cetak Gol!
-
Peluang Juara Persija Semakin Kecil, Mauricio Souza Beberkan Masalah Tim
-
PSIM Tahan Persija 1-1, c Sebut Hasil Sudah Maksimal di Tengah Tren Negatif
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Masyarakat Doyan Gunakan Pinjol, Utangnya Tembus Rp105,14 Triliun
-
Teknologi Keselamatan UD Trucks Quester Dukung Distribusi Logistik yang Lebih Aman
-
Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
-
10 Sisi Terang dan Gelap Zodiak Cancer, Diklaim Jadi Zodiak Paling Banyak di Indonesia
-
Darurat Algoritma, Saat Anak Jadi Alat Promosi Vape di YouTube
-
Ketika Orang Hilang Tak Segera Dicari, Siapa yang Bertanggung Jawab?
-
Korban Selamat KM Mutiara Sentosa II Tiba di Surabaya
-
Berangkat Dari Kalimantan, Om Basri Siap Hadapi Penyidik Polda Sulsel
-
4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
-
5 Alasan Kenapa Hotel Bersejarah Ini Bakal Jadi Spot Hits Terbaru di Bangkok