Deli.Suara.com - Pesona Rumah Adat Puri Melayu Sri Menanti sebagai objek wisata di Sumatera Utara tak diragukan lagi. Keindahan dan kearifan lokal yang ada pada Rumah Adat Puri Melayu Sri Menanti ini selalu mengundang decak kagum setiap pengunjungnya.
Rumah Adat Puri Melayu Sri Menanti terletak di Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara. Jaraknya kurang lebih 63 km (kilometer) ataupun nyaris satu jam berkendara dari Lapangan terbang Internasional Kualanamu.
Puri Melayu Sri Menanti bisa dimanfaatkan sebagai tempat keluarga berkumpul. Tentang itu pula tercermin dari namanya yang bermakna rumah yang senantiasa menanti kehadiran keluarga besar.
Rumah adat Puri Melayu Sri berada di Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara dan dibangun sekitar tahun 1910 oleh Muhammad Nur Rangkuti dan Siti Rahma anak dari Ali Jambak seorang pengawal dari kerajaan negeri Padang.
Pada tahun 2000, rumah adat tersebut kembali dipugar oleh Yayasan Angkatan laut (AL) Hasyimiyah. Rumah yang utamanya dibuat dari kayu ini pula dijadikan sebagai sanggar seni tari tradisional, silat melayu, serta menenun songket.
Puri Melayu Sri Menanti mempunyai lantai dasar serta lantai atas. Di lantai bahwa ada area guna menenun songket melayu serta bersantai, sebaliknya di lantai atas terdapat ruang tamu yang berisi pelaminan melayu.
Terdapat pula ruang keluarga yang berisi aset perlengkapan berbahan kuningan buat upacara adat melayu. Rumah adat ini mempunyai energi tarik wisata budaya serta sejarah.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno saat berkunjung ke Rumah Adat Puri Melayu Sri Menanti mengatakan bahwa dirinya juga merasa bahagia dengan melihat tarian Melayu.
"Saya harap kesadaran masyarakat setempat dalam melestarikan budaya dan mengelola rumah adat ini semakin tinggi. Mari kita sama-sama berkolaborasi agar budaya ini bisa terus dinikmati anak cucu hingga ribuan tahun ke depan dan mampu menyejahterakan masyarakat kita," katanya.
Maka dari itu pesona Rumah Adat Puri Melayu Sri Menanti haruslah dilestarikan maka mari kita mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama melestarikan budaya yang ada melalui Rumah Adat Puri Melayu Sri Menanti.
Baca Juga: West Ham Sering Bikin Liverpool Repot, Jurgen Klopp Minta The Reds Waspada
Tujuannya agar nilai-nilai yang terkandung di dalamnya tidak pudar, serta memberikan manfaat bagi masyarakat setempat, khususnya Kota Tebing Tinggi.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
- PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi
Pilihan
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
Terkini
-
Penjualan Properti Anjlok, Pengembang Andalkan Kawasan Hunian-Komersial Terintegrasi
-
BBM Naik, Kritik Diblokade: Mengapa Hubungan Kita dan Pemerintah Makin Toxic?
-
Jangan Tunggu Hutan Terbakar, Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Pemerintah Siaga Karhutla Hadapi El Nino
-
Bank Jakarta Permudah Layanan Warga Bayar Pajak Kendaraan
-
Kronologi Lengkap Bentrok TNI-Brimob di Labuan Bajo: Berawal Acara Syukuran, Berujung Penikaman
-
Sarwendah Kirim Surat Ajak Ruben Onsu Bertemu, Pengacara Jadwalkan Bulan Depan
-
Turun ke Posko dan SMAN 3 Semarang, Ahmad Luthfi Pastikan SPMB Jateng Berjalan Lancar
-
6 Shio Paling Beruntung Pada 14 Juni 2026, Temukan Peluang Baru di Akhir Pekan Ini
-
CCTV Mendadak Mati Saat Demo Mahasiswa, Ada Apa di Balik Layar Bundaran HI?
-
Modus Penipuan 'Sekrup' di SPBU Bikin Tekor Konsumen, Apa Itu?