/
Jum'at, 21 Oktober 2022 | 12:08 WIB
Ilustrasi anak sakit (Foto: Istimewa)

Deli.Suara.com – Direktur BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti memastikan bahwa gangguan ginjal akut yang banyak diderita anak-anak Indonesia bisa ditanggung BPJS Kesehatan. Dengan catatan, pasien anak-anak tersebut merupakan peserta aktif BPJS Kesehatan.

“Kalau dia peserta BPJS Kesehatan termasuk penderita gagal ginjal untuk anak-anak, BPJS Kesehatan siap untuk membiayai asalkan sesuai prosedur,” ucap Ghufron usai Pertemuan Nasional Fasilitas Kesehatan tahun 2022, di Jakarta, Rabu (19/10/2022).

Ghufron menjelaskan, gagal ginjal adalah kategori penyakit katastropik yang membutuhkan perawatan medis cukup lama dan biaya tinggi.

Selama ini, penyakit katastropik termasuk gagal ginjal akut misterius menjadi salah satu komponen penyakit dengan biaya perawatan yang ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

Sejauh ini, setidaknya terdapat tiga layanan kesehatan untuk penderita penyakit ginjal yang akan ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Di antaranya yaitu transplantasi ginjal, cuci darah (hemodialisis) dan juga perawatan CAPD (Coninous Ambulatory Peritoneal Dialysis).

Dilansir dari laman BPJS Kesehatan, jumlah biaya yang akan ditanggung untuk penanganan transplantasi ginjal adalah senilai Rp378 juta.

Biaya tersebut sudah termasuk pemeriksaan, observasi, obat-obatan hingga proses penyembuhan.

Sementara, jaminan biaya dari BPJS kesehatan untuk seluruh tindakan perawatan cuci darah adalah sebesar Rp92 juta per tahun. Biaya ini diberikan apabila cuci darah dilakukan dua kali dalam sepekan per pasien.

Sedangkan jumlah biaya yang ditanggung oleh BPJS Kesehatan untuk CAPD hingga pasien sembuh yaitu Rp76 juta setiap tahun per pasien.

Baca Juga: KIB Umumkan Calon Presiden yang akan Diusung Pada Momen Terakhir

Perawatan kasus gagal ginjal akut misterius akan diberikan dengan syarat utama pasien anak merupakan peserta BPJS Kesehatan. Selanjutnya, saat pengajuan klaim kepada BPJS Kesehatan harus sesuai dengan prosedur.

Anggaran yang telah disiapkan oleh BPJS Kesehatan untuk menyokong perawatan dan pelayanan gagal ginjal akut misterius pada anak menurut Ghufron memungkinkan, selama ada indikasi medis. 

Berdasarkan laporan Kemenkes, kasus gangguan ginjal akut misterius pada anak per 18 Oktober 2022 tercatat sebanyak 206 kasus di 20 provinsi. Kasus terbanyak tercatat berada di wilayah DKI Jakarta yaitu sebanyak 71 kasus, Jawa Barat 24 kasus, Jawa Timur 24 kasus, Sumatera Barat sebanyak 21 kasus, Aceh 18 kasus, dan Bali 17 kasus. 

Hingga kini, Ikatan Dokter Anak Indonesia bersama Kementerian Kesehatan masih terus meneliti penyebab dari penyakit ini.

Terkait lonjakan kasus ini, orang tua diminta untuk terus meningkatkan kewaspadaan pada anak terutama anak usia kurang dari 6 tahun.

Apalagi jika anak menunjukkan gejala berupa penurunan volume ataupun frekuensi urin serta tidak ada urin sama sekali, dengan atau tanpa demam dan gejala prodromal lainnya.

Load More