/
Sabtu, 22 Oktober 2022 | 16:47 WIB
Motif Christian Rudolf Tobing, Tega Membunuh Ade Yunia Rizabani (media.suara.com)

Deli.Suara.com - Akhir-akhir ini beredar video rekaman CCTV mengenai aksi pembunuhan terhadap seorang wanita bernama Ade Yunia Rizabani.

Diketahui sang pelaku pembunuhan hingga membuang jasad Ade Yunia Rizabani (36) di kolong Tol Becakayu ialah Christian Rudolf Tobing (36).

Rudolf Tobing mengaku sudah merencanakan pembunuhan tersebut. Ia berniat membunuh 2 teman lainnya dengan alasan sakit hati. Entah apa motif yang membuat Christian Rudolf Tobing, tega membunuh  Ade Yunia Rizabani teman satu gerejanya.

Aksi pembunuhan sadis yang ia lakukan itu terjadi pada Senin, 17 Oktober 2022 lalu di sebuah apartemen tempatnya bekerja. 

Sikap Christian Rudolf Tobing, 36, usai membunuh Ade Yunia Rizabani, 36, menjadi sorotan. Dia tertangkap CCTV tampak riang bahkan tertawa saat membawa jenazah korban dari apartemen untuk dibuang di kolong Tol Becakayu, Jatibening, Pondok Gede, Bekasi.

Dalam CCTV terlihat Christian membawa jasad korban menggunakan troli menaikin lift. Polisi menduga jika ekspresi tertawa tersebut dikeluarkan oleh pelaku karena merasa puas sudah berhasil membunuh korban.

“Menurut keterangan BAP (Berita Acara Pemeriksaan) karena target sudah tercapai dibunuh,” ujar Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Hengki Haryadi kepada wartawan, Sabtu (22/10). Hingga saat ini motif Christian Rudolf Tobing, tega membunuh  Ade Yunia Rizabani menjadi pertanyaan masyarakat.


Motif disangka karena sakit hati.

"Jadi korban dengan tersangka ini rekan kerja. Tersangka mengajak korban ke apartemen. Setibanya di apartemen, mereka ngobrol soal podcast," jelas Hengki kepada wartawan, Rabu (19/10/2022).

Baca Juga: Sinopsis Film The Autopsy of Jane Doe, Akan Tayang di Bioskop Trans TV 22 Oktober 2022 Pukul 21:30 WIB

Hengki mengatakan tersangka membunuh korban karena sakit hati atas perkataan korban.

Namun, polisi saat ini masih menggali motif tersebut, mengingat barang-barang milik korban dibawa tersangka.

"Kami masih menggali soal motif. Keterangan sementara karena sakit hati, tetapi masih kami dalami karena ada barang-barang korban yang diambil," tuturnya.

Pelaku yang merupakan rekan kerja awalnya menjemput korban di apartemen Pramuka, Jakarta Timur.

Pembunuhan ini terjadi Senin (17/10), bermula ketika keduanya mengobrol dan korban mendapatkan telepon dari seorang pria.

Pelaku kesal karena korban mendapat panggilan masuk dari seorang pria yang tidak disukai.

Load More