Deli.suara.com - Kabar mengerjutkan datang dari perusahaan Unilever yang menarik beberapa produk sampo kering di Amerika Serikat. Diantaranya Dove, Nexxus, Suave, TIGI, dan TRESemmé yang merupakan produk sampo andalan sebagian besar masyarakat.
Ada alasan tersendiri di balik penarikan produk sampo ini, yakni karena diduga mengandung benzena yang memiliki resiko menyebabkan kanker.
Dalam hal penggunaan, sampo kering memang lebih banyak jadi pilihan masyarakat. Salah satu alasannya karena penggunaannya yang mudah dan tentunya cepat.
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) telah mengumumkan bahwa beberapa produk sampo di atas akan ditarik dari peredahan.
Pasca pengumuman itu, FDA menghimbau untuk masyarakat tidak menggunakan sampo kering aerosol.
Ini adalah upaya yang dilakukan untuk mencegah masyarakat mengalami masalah pada kesehatannya.
Apa Itu Sampo Kering
Sampo kering atau dry shampoo merupakan produk yang digunakan untuk mempersihkan kulit kepala dari kotoran, minyak maupun lemak tanpa harus mencucinya.
Umumnya, kemasan sampo kering ini berupa botol semprot, sehingga mudah dibawa kemana-mana dan cepat penggunaannya.
Ketika diaplikasikan, sampo ini akan membuat rambut penggunannya yang sebelumnya lembab akan kering dengan cepat.
Berbeda dengan sampo biasa, perlu menggunakan air dan mencuci rambutnya untuk bisa membersihkan bagian kulit kepala.
Cara Menggunakan Sampo Kering
Penggunaan sampo kering terbilang sangat mudah, karena hanya perlu menyemprotkannya ke bagian rambut saja. Pertama, dekatkan botol dengan rambut, kemudian semprotkan secukupnya saja.
Setelah itu, usap rambut agar sampo bisa merata. Bagian kulit kepala yang terkena sampo akan terkena efeknya dan lebih bersih.
Dalam menggunakan sampo kering ini, tidak lebih dari dua hari berturut-turut. Penggunaan sampo kering ini secukupnya saja agar kesehatan kulit kepala terjaga.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
Rp4,6 Miliar Digelontorkan, Mesin Produksi Susu di DIY Diduga Tak Pernah Berfungsi
-
DPRD Sulsel Minta Proyek PSEL Makassar Dihentikan
-
Choi Minho SHINee Pamer Teknologi AI Rumah Pintar yang Makin Personal Milik LG
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Nekat Palsukan Tanda Tangan Demi Bantuan Pompa Air, Karier Politik Kader PDIP Selayar Tamat
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026