/
Sabtu, 29 Oktober 2022 | 09:20 WIB
kebaya goes to UNESCO. (tradisikebaya)

Deli.suara.com - Kampanye "Kebaya Goes to UNESCO" menjadi trending di jagat maya. Niat utama kampanye ini adalah kebanggan warga Indonesia terhadap kebaya untuk masuk sebagai warisan budaya tak benda di organisasi UNESCO.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Boy Rafli Amar turut memberi apresiasi atas kampanye tersebut. Menurutnya, budaya berbusana kebaya adalah cara melestarikan budaya sekaligus upaya mencegah terorisme di Tanah Air.

“Budaya bangsa adalah vaksin yang efektif untuk mencegah berkembangnya virusp intoleransi, radikalisme, dan terorisme,” ujar Boy Rafli, dilansir dari Antara.

Menunutnya, kebaya adalah identitas budaya nasional. Dengan diangkat atau diusung, harapannya kebaya kembali berkembang menjadi ciri khas busana Indonesia.

“Ini untuk membangun dari sisi aspek budaya bangsa. Jika kecintaan pada budaya sendiri terus tumbuh maka ini menjadi cara yang efektif dalam mengeliminasi budaya transnasional,” ujar Boy Rafly.

Belum lama ini, ratusan perempuan bahkan ikut meramaikan parade "Cantik Berkebaya" di kawsan National Mall, pusat kota Washington DC, Amerika Serikat. 

Kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Washington DC bersama masyarakat dan diaspora Indonesia terhadap upaya pendaftaran kebaya sebagai Warisan Tak Benda (Intagible Heritage) UNESCO. 

Diketahui, Gerakan Goes to UNESCO bertujuan untuk mendaftarkan kebaya sebagai warisan budaya tak benda ke UNESCO. 

Kebaya diketahui merupakan salah satu busana yang sangat mudah ditemukan di tanah air. Busana ini seringkali digunakan oleh masyarakat untuk berbagai acara resmi, seperti resepsi maupun wisuda. 

Baca Juga: Pangeran Harry dan Meghan Markle 'Terluka' atas Perlakuan Raja Charles

Pakaian kebaya saat ini memiliki beragam model dengan penggunaan jenis kain yang beragam. Tak hanya digunakan oleh ibu-ibu, kebaya secara luas juga sering terlihat digunakan oleh anak muda di tanah air. [BIN]

Load More