- MGBKI menyoroti kematian dokter magang Myta Aprilia Azmy di RS K.H. Daud Arif, Jambi, pada 1 Mei 2026.
- Kejadian tersebut dianggap sebagai indikasi kegagalan sistemik terkait tata kelola pendidikan, supervisi klinis, dan keselamatan kerja dokter.
- MGBKI menuntut penghentian praktik beban kerja berlebihan, intimidasi, serta penutupan informasi terhadap peserta didik kedokteran di Indonesia.
Suara.com - Kematian dokter muda di Jambi, Myta Aprilia Azmy, memicu sorotan serius dari Majelis Guru Besar Kedokteran Indonesia (MGBKI). Mereka menilai peristiwa tersebut tidak bisa dipandang sebagai kasus individu semata.
Ketua MGBKI Budi Iman Santoso menyatakan, kasus yang menimpa dokter magang di Rumah Sakit K.H. Daud Arif, Kuala Tungkal, Jambi, itu harus dilihat sebagai indikasi persoalan sistemik.
“Peristiwa meninggalnya dokter ini tidak boleh dipandang semata sebagai kejadian individual, melainkan harus ditempatkan sebagai alarm keras terhadap kemungkinan adanya kegagalan sistem dalam tata kelola pendidikan kedokteran, supervisi klinis, keselamatan kerja, dan perlindungan peserta pendidikan," kata Budi dalam konferensi pers virtual, Minggu (3/5/2026).
Budi menegaskan bahwa peserta pendidikan kedokteran bukan tenaga kerja yang bisa dibebani tanpa perlindungan memadai.
"Peserta pendidikan kedokteran, termasuk dokter internsip, residen, dan peserta program pendidikan klinik lainnya, bukan tenaga kerja murah yang dapat dibebani tanggung jawab pelayanan tanpa perlindungan, supervisi, dan jaminan keselamatan yang memadai," tegasnya.
Lebih jauh, MGBKI menekankan setiap kejadian kritis harus diasumsikan sebagai kegagalan sistem hingga terbukti sebaliknya. Karena itu, tidak boleh ada victim blaming, intimidasi, atau penutupan informasi mengenai kejadian tersebut.
MGBKI juga secara tegas menyoroti praktik yang dinilai bermasalah dalam pendidikan klinik, mulai dari beban kerja hingga supervisi.
“Beban kerja berlebihan, jam kerja tidak manusiawi, penugasan tanpa supervisi adekuat, serta pembiaran terhadap kondisi sakit peserta pendidikan merupakan bentuk kegagalan tata kelola yang tidak dapat dibenarkan," tutur Budi.
Ia menegaskan bahwa MGBKI menolak segala bentuk tekanan terhadap peserta pendidikan yang menyuarakan keselamatan kerja.
Baca Juga: Dokter Magang di Jambi Meninggal Diduga Kelelahan, MGBKI Kritik Adanya Kegagalan Sistem
“Setiap upaya menyalahkan korban, membungkam informasi, mengancam peserta pendidikan, atau memberikan sanksi administratif seperti perpanjangan masa pendidikan karena menyuarakan keselamatan kerja harus dihentikan.”
Myta Aprilia Azmy diketahui sedang menjalani Program Internship Dokter Indonesia di Rumah Sakit K.H. Daud Arif, Jambi. Dalam periode penugasannya, ia diduga tetap menjalankan jadwal jaga dengan intensitas tinggi, termasuk saat kondisi kesehatannya mulai menurun.
Ia dilaporkan sempat mengalami gejala seperti demam dan sesak napas, namun tetap bertugas di tengah keterbatasan istirahat dan beban kerja yang padat.
Kondisinya kemudian memburuk hingga akhirnya dirujuk ke RSUP Dr. Mohammad Hoesin untuk mendapatkan penanganan intensif. Meski sempat dirawat di unit perawatan intensif (ICU), nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia pada 1 Mei 2026.
Berita Terkait
-
Dokter Magang di Jambi Meninggal Diduga Kelelahan, MGBKI Kritik Adanya Kegagalan Sistem
-
dr. Myta Aprilia Azmi Meninggal Diduga Overwork Saat Internsip, Ini Tuntutan Keras Alumni FK Unsri
-
Misteri Kematian Dokter Internship dr. Myta, Kemenkes Didesak Lakukan Investigasi Menyeluruh
-
Jangan Asal Cuci! Begini Cara Merawat Sepatu Lari ala dr. Tirta Biar Tak Bau dan Lebih Awet
-
Nikmatnya Lumpia Bu Haji Jambi, Resep Legendaris Kini Tampil Modern
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis
-
Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Digebuk Vietnam: Wajib Menang di Singapura