Deli.Suara.com - Setidaknya ada tiga gapura pintu masuk Kota Medan yang akan dipugar oleh pemerintah kota Medan tahun ini. Desain ini dimaknakan dalam menggambarkan kejayaan Tanah Deli dengan sentuhan motif Batak.
Dilihat Deli.Suara.com dari unggahan akun instagram Wali Kota Medan, Bobby Nasution, pada Kamis (3/11/2022), tampak ada lima slide foto desain gapura.
"Desain gapura perbatasan Kota Medan yang nantinya akan kami bangun, tidak akan menghilangkan identitas asli Kota Medan," tulisnya.
Dalam paparan slide tersebut, Boby terangkan arti dan makna desain gapuran tersebut yaitu :
1. Sepasang menara yang membentuk mata panah: Melambangkan kemajuan dalam pembangunan Kota Medan.
2. Siluet Istana Maimun dan Masjid Raya: Salah satu melambangkan Kejayaan Tanah Deli dan Icon Kota Medan.
3. Keris Melayu: Melambangkan kekuatan dan persatuan.
4. Warna merah ulos: Melambangkan keberanian dan keberagaman.
5. Motif Gorga: Melambangkan kultur keberagaman dan Batak.
Adapun kawasan atau pintu masuk yang akan dipugar yakni kawasan Amplas di Jalan Sisingamangaraja. Gapura ini merupakan penanda Kota Medan dengan Kabupaten Deli Serdang.
Sementara, gapura yang akan dibangun di kawasan Pinang Baris, Jalan Gatot Subroto. Gapura ini merupakan penanda perbatasan antara Kota Medan dengan Kabupaten Deli Serdang serta Kota Binjai.
Terakhir, kawasan Tuntungan di Jalan Jamin Ginting. Daerah ini bisa dikatakan ada penambahan karena memiliki taman pulau. Konsep desain gapura ini pembuatan taman persimpangan dengan integritas adanya perkerasan, penghijauan dan air.
Dalam ide awal ini dirasa kurang menonjol tanpa adanya unsur elemen vertikal. Juga akan dibuat bangunan Sopo Angin sebagai simbol adat Karo. Desain ini pun menuai komentar bagi para netizen.
"Pak perbatasan Medan Johor dan Delitua ada gapura gapura, kenapa nggak direvitalisasi?," tulis warganet @farhanxxx.
"Satu persatu ya," balas @bobbynst
"Mantap bang-ku, bang gapuranya juga ditanam dengan tanaman disekelilingnya," kata warganet @sianturixxx.
"Gapura perbatasan Percut Sei Tuan dan Medan mana pak?," ujar warganet @taukotembungxxx.
Reporter : Beni Nasution
Tag
Berita Terkait
-
2 Kurir Narkoba Dibekuk di Deli Serdang, 15 Kg Sabu Diduga Berasal dari Myanmar
-
Warung Nasi Padang di Jalan Cemara Deli Serdang Diamuk Api
-
Gapura Jembatan Merah Gejayan Rusak Ditabrak Truk Molen, Begini Kronologinya
-
Gapura Jembatan Merah Gejayan Roboh Usai Tertabrak Truk Molen
-
Meriahkan Gemes 2022, Wali Kota Bobby Nasution Datangkan 4 Negara Tetangga dan 10 Provinsi
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Begadang Nonton Bola? Ini 5 Trik Biar Gak Kelihatan Zombie di Kantor
-
Apa Merk Cushion yang Bagus? Ini 8 Rekomendasi yang Sudah BPOM
-
Pesona SUV Mazda yang Seukuran dengan Suzuki S-Presso, Harga Cuma Tak Sampai 200 Juta
-
Dinilai Punya Kepribadian Baik, Uya Kuya Bakal Pimpin PAN Jakarta
-
96% Perusahaan RI Rekrut Lulusan Micro-Credentials, Gaji Dibayar Tinggi
-
realme P4 Series Meluncur 2 Juli, HP Gaming Baterai 8000mAh Paling Terjangkau dengan AI Gaming
-
MotoGP Belanda 2026: Marc Marquez Incar Hattrick, Pecco Punya Misi Terakhir
-
Pengguna Tol Jakarta-Cikampek Wajib Tahu! Ada Perbaikan Jalan di Beberapa Titik hingga Awal Juli
-
Andai Waktu Bisa Diulang Kembali: Dilema Davina Karamoy Antara Cinta dan Kehormatan
-
Jawab Prabowo Soal Tidak Bisa Bikin Mobil Sendiri, UGM: Kuncinya di Keberpihakan Pemerintah