Deli.suara.com - Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika buka suara perihal alasannya menggugat cerai suaminya Dedi Mulyadi yang juga menjabat sebagai Anggota DPR RI sekaligus politikus Partai Golkar.
Dalam video tiktok Detikcom, Anne Ratna membeberkan tiga hal yang menyebutkan tiga point besar yang membuat dirinya menggugat cerai Dedi Mulyadi.
Ketiga hal tersebut antara lain, yang pertama Anne menyebutkan tidak diberi nafkah.
"Dulu waktu beliau jadi bupati wakil bupati walapun misalkan ada perilaku yang tidak sesuai dengan harapan masih bisa dimaafkan karena kewajiban-kewajibannya dipenuhi. Kalau sekarang justru setelah jadi bupati kewajiban-kewajibannya sebagai suami tidak dipenuhi," Tuturnya dalam postingan video tersebut.
Bupati Purwakarta itu mengaku telah berkonsultasi dengan guru spriritualnya terkait perlakuan yang diterimanya dari sang suami.
"Saya konsultasi dengan guru saya, itu melanggar yang diharuskan oleh agama, walaupun misalkan saya mampu," Dia menuturkan dalam video tersebut.
Dalam video tersebut, Anne merasa bersyukur dengan profesi dan jabatannya yang sekarang, karena dengan itu dirinya bisa hidup mandiri.
Tetapi dia menyampaikan bukan berarti dengan jabatannya sang suami menggugurkan kewajiban suami memberi nafkah terhadap istri. Dalam Islam, katanya, memberikan nafkah kepada istri adalah hal mendasar, sebagai ciri suami yang tanggung jawab.
"Kalau dilihat juga beliau bukan orang yang menganggur, punya pekerjaan juga, punya jabatan juga," kata Anne.
Baca Juga: Mondar-mandir di Rumah Sambo, Ricky Rizal Akui Kaget dan Bingung usai Yosua Dibunuh
Dirinya juga mengatakan telah bicara tentang hal itu kepada suaminya.
"Saya juga pernah bilang ke suami saya, iya yah nanti uangnya juga tidak ibu pakai. Cukup kok penghasilan ibu, nanti uangnya disimpen buat pendidikan anak-anak," katanya.
Selanjutnya yang menjadi alasan kedua Anne menggugat cerai Dedi adalah perlakuan KDRT yang diterimanya secara psikologis.
"Sikap yang tidak baik, itu lebih kepada KDRT secara psikologis. Ucapan yang kasar. Omongan yang dilontarkan. Itu berdampak terhadap psikologis saya," katanya.
Anne mengaku perlakuan itu, sering diterimanya dan baru sekarang dirinya berani mengungkapkan.
Dan yang terakhir adalah tidak transparannya manajemen keuangan keluarga.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Festival Lahan Basah Pertama di Indonesia Hadir dari Tempirai, Merawat Tradisi yang Hampir Hilang
-
Dekat dengan Umat, Bank Sumsel Babel Salurkan Dukungan untuk Pengembangan Fasilitas Keagamaan
-
Jelang Idul Adha, PTBA Gelar Pelatihan Penyembelihan Kurban Agar Sesuai Syariat
-
7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik
-
Sepatu Lari Lokal Makin Viral, Tapi 5 Hal Ini Masih Bikin Sebagian Runner Ragu?
-
Banjir Air Mata, Nonton Duluan Film Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan, Sukses Mengharu Biru
-
DVI Mulai Cocokkan DNA Keluarga Korban Bus ALS di Muratara yang Belum Teridentifikasi
-
SPMB Pontianak Dibuka Juni 2026, Orang Tua Jangan Sampai Ketinggalan Jadwal Ini
-
Pengendara Diminta Waspada, Jalan Desa di Landak Mendadak Ambles dan Berbahaya saat Malam
-
Sinopsis Film The Sheep Detectives, Misteri Pembunuhan yang Diselidiki Kawanan Domba