Bakal calon presiden (bacapres) Anies Baswedan disebut paling rentan gugur sebelum maju di Pilpres 2024. Meski sudah diusung Partai Nasdem, PKS dan Demokrat, mereka kekinian belum mengumumkan nama Cawapres untuk Anies.
Hal ini disampaikan pegiat media sosial sekaligus loyalis Jokowi, Denny Siregar, seperti dikutip dari wartaekonomi.co.id - jaringan Suara.com, Senin (5/6/2023).
“Nah Anies Baswedan adalah calon yang paling rentan karena dia bukan kader partai, bukan juga pemilik partai,” kata Denny.
Bukan tanpa alasan, Denny mengatakan hal tersebut melihat tiga parpol pendukung Anies. Nasdem, Demokrat dan PKS tidak pernah berada dalam satu jalur.
Menurutnya mantan Gubernur Jakarta itu tidak lebih dari sekedar orang luar partai yang dicalonkan karena dianggap punya kans untuk menang.
“Karena posisinya yang rentan inilah nama Anies Baswedan itu bukan jadi sebuah ikatan kuat untuk menyatukan 3 partai pengusungnya,” jelas Denny.
Lebih lanjut, ia menilai pengusung Anies memilki agenda pribadi masing-masing. Nasdem kata Denny, punya ambisi untuk menjadi king maker dalam agenda politik mereka ke depan
Kemudian, Demokrat punya ambisi untuk menjadikan Agus Yudhoyono (AHY) sebagai calon wakil presiden.
Sedangkan PKS sedang kekurangan modal karena selama hampir 10 tahun mereka ada di luar kekuasaan.
Baca Juga: Sekjen PAN Sebut Menu Wajib Pertemuan dengan Gerindra Bahas Erick Thohir Jadi Cawapres
“Karena ketiga partai pengusung Anies yaitu Nasdem, Demokrat dan PKS itu nggak punya ikatan yang kuat diantara mereka bertiga,” katanya.
Ia juga menyinggung soal hasil survei terkait elektabilitas Anies yang kekinian selalu berada di bawah Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto.
“Jadi dari ketiga tokoh yang surveinya tertinggi itu Anies, Ganjar dan Prabowo hanya Anies lah yang situasinya saat ini paling rentan,” kata dia.
Berita Terkait
-
Menhan Ukraina Ejek Resolusi Konflik yang Diajukan Prabowo: Kami Tak Butuh Fasilitator!
-
Disodorkan PAN jadi Cawapres Prabowo, Gerindra Akui Turut Amati Erick Thohir
-
Prabowo Ajukan Resolusi Perdamaian, Langsung Ditolak Ukraina: Kami Tak Butuh Rencana Aneh Ini!
-
Intip Fasilitas Mewah Pulau Kaliage Milik Surya Paloh, Tempat Koalisi Anies Baswedan Berkumpul
-
Menengok Solusi Damai Prabowo yang Ditolak Ukraina: sampai Dibilang Aneh
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026