/
Senin, 19 Juni 2023 | 12:40 WIB
Dedengkot Ponpes Al Zaytun, Indramayu, Panji Gumilang. (Ist)

Ragam kontroversi terus saja dilakukan pimpinan Ponpes Al Zaytun, Panji Gumilang. Ramai video dirinya memarahi anggota, belum lagi ucapannya yang mengaku komunis. Tak ayal banyak ulama di Indonesia yang mengecap ulahnya itu.

Panji Gumilang, dedengkot Ponpes Al Zaytun di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat ini memang penuh kontroversi. Namun seolah tak tersentuh, hal itulah yang bikin ribuan warga bereaksi hingga menggelar aksi demo beberapa hari lalu.

Tetapi seolah tak gentar, Panji Gumilang bersama ribuan anggotanya justru 'melawan' mereka bahkan melakukan aksi tandingan dengan melayangkan izin demonstrasi ke kepolisian.

Atas sikapnya yang kerap memantik kegaduhan, beberapa ulama menyampaikan sikap terkait Panji Gumilang. Mulai dari Ustaz Abdul Somad, Adi Hidayat hingga Buya Yahya.

Terkini adalah video viral di media sosial bertuliskan ulama Aceh menyampaikan sikap tegas atas segala kontroversi Panji Gumilang.

Dalam video yang beredar itu, seorang lelaki yang seperti duduk di atas mimbar sebuah masjid, meminta aparat kepolisian menangkap Panji Gumilang.

Ia menyebut Panji Gumilang sesat dan menyesatkan. Bahkan, dirinya khawatir, bila aparat kepolisian tidak bertindak, apa yang dilakukan Panji Gumilang akan menyesatkan umat Islam Indonesia.

"Maka sesat dan menyesatkan Panji Gumilang itu. Pemimpin Zaytun di Indramayu. Wahai polisi negara, tangkaplah, kalau perlu tembak mati. Gara-gara Panji Gumilang itu bisa menyesatkan umat IsIam di Indonesia," ujar laki-laki itu dalam video tersebut.

Anggota DPR Minta Panji Gumilang Jangan Suka Bikin Ulah

Baca Juga: Gandeng UMKM Lokal Lewat Pelatihan Pembuatan Buket Makanan Ringan di Pekanbaru

Di sisi lain, anggota Komisi VIII DPR RI, Maman Imanulhaq meminta Panji Gumilang berhenti memberikan pernyataan yang membuat gaduh.

"Meminta untuk Panji Gumilang mengurangi statement-statement yang aneh-aneh. Islam di Indonesia itu, Islam yang memiliki sebuah tradisi Islam ahlussunnah wal jamaah," kata Maman di Majalengka, Minggu (18/6/2023).

"Jadi pernyataan-pernyataan dia yang keluar dari mainstream fikih yang dianut mayoritas, itu sangat meresahkan dan tidak produktif. Jadi tolong kepada Panji Gumilang, Anda jangan lakukan komentar yang kontra produktif," sambungnya.

Maman juga mengomentari pernyataan Panji Gumilang yang mengaku bahwa dirinya adalah seorang komunis. Menurutnya, pernyataan tersebut dinilai kurang bermutu, terlebih paham komunisme di Tanah Air 'diharamkan'.

"Termasuk pernyataan terakhir dia soal komunisme. Kita sudah jelas, komunisme itu dilarang di Indonesia, dan itu sudah menjadi komitmen bagi kita semuanya," ujar politisi PKB asal Majalengka itu.

"Jangan korbankan anak didik yang ada di Zaytun untuk membawa misi-misi yang enggak jelas. Apa-apaan nyanyi-nyanyi Yahudi di sebuah komplek yang katanya pesantren," ujar dia menambahkan.

Load More