/
Sabtu, 24 Juni 2023 | 16:01 WIB
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputeri ((DPP PDIP))

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri berpidato pada acara puncak Bulan Bung Karno (BBK) di Stadion Utama GBK, Jakarta, Sabtu (24/6/2023). Dalam kesempatan itu, Megawati sempat menyinggung soal marhaenisme

Marhaenisme adalah ideologi yang menentang penindasan manusia atas manusia dan bangsa atas bangsa. Ideologi itu dikembangkan oleh Presiden Soekarno. 

Dalam pidatonya, Megawati meminta agar ideologi marhaen tidak disebut sebagai komunis.

"Jadi jangan dikatakan kalau saya bilang Marhaen itu lalu komunis," kata Megawati.

Dalam kesempatan yang sama, putri dari Bung Karno tersebut sempat mengungkit soal Pancasila yang pernah tidak dihargai bahkan berusaha dihilangkan. 

"Pada waktu yang lalu pun, Pancasila sepertinya diredupkan, dipelesetkan. Padahal itu adalah, makanya harus semua namanya anggota PDIP itu belajar namanya Pancasila pada 1 Juni," tuturnya.

Ganjar Baca Pidato Dedication of Life

Bakal calon presiden (bacapres) PDIP, Ganjar Pranowo berkesempatan untuk membacakan Pidato "Dedication of Life" dalam acara Puncak Bulan Bung Karno 2023 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (24/6/2023). Melansir dari ANTARA, Pidato tersebut dibuat oleh Presiden Soekarno pada 10 September 1966.

Pembacaan Pidato "Dedication of Life" Bung Karno itu pernah dilakukan Presiden Joko Widodo atau Jokowi di Rakernas PDIP Tahun 2013. 

Baca Juga: Duit Miliaran Rupiah Dipakai untuk Kepentingan Pribadi, Fuji Somasi Mantan Rekan Kerja

Dengan penuh khidmat, Ganjar membacakan pidato tersebut langsung dari mimbar utama Gelora Bung Karno. Tujuan pembacaan pidato "Dedication of Life" itu ialah untuk mengajak rakyat melakukan pengabdian kepada Tuhan, Tanah Air, dan Bangsa.

Saat pembacaan "Dedication of Life", suasana Gelora Bung Karno yang sebelumnya terdengar suara gemuruh dari ratusan ribu kader PDIP seketika hening. Mereka meresapi tiap kata "Dedication of Life" yang dibacakan Ganjar.

Pembacaan Pidato "Dedication of Life" Bung Karno merupakan hal yang sakral dalam prosesi kepartaian bersamaan dengan menyanyikan Indonesia Raya, Mengheningkan Cipta, dan Pembacaan Teks Pancasila bagi PDIP.

Load More