/
Selasa, 27 Juni 2023 | 13:11 WIB
Walber Jardim (kiri) dan Mahesa Ekayanto (kanan). ([hasil bidik layar])

Indonesia telah resmi ditunjuk sebagai tuan rumah untuk Piala Dunia U-17. Tentu saja hal itu memberikan sedikit konsolasi setelah gagal menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 pada bulan Mei lalu.

Meski demikian, Timnas Indonesia harus bersiap secara optimal untuk kompetisi level ini. Termasuk mempersiapkan skuad yang siap melawan negara-negara berpengalaman dalam sepak bola.

Bima Sakti, mantan gelandang senior Timnas dan pelatih yang membawa Indonesia meraih Piala AFF U-16 pada tahun 2022, telah ditunjuk oleh PSSI untuk melatih Timnas U-17.

Walaupun Bima Sakti belum mengumumkan nama-nama pemain yang akan diikutsertakan, banyak pendukung meminta agar dia mempertimbangkan pemain yang bermain di luar negeri.

Dua nama yang menonjol adalah Walber Jardim, lahir tahun 2007, yang saat ini berlatih dengan tim junior Sao Paulo, dan Mahesa Ekayanto yang bermain di Academy FC Dordrecht.

Walber Jardim telah menunjukkan prestasi yang luar biasa di kategori usianya, termasuk memenangkan Dana Cup (2019) di Denmark dan Madewis Cup U-19 di Prancis.

Dia juga telah meraih gelar Gothia Cup, turnamen yang sering dijuluki sebagai Piala Dunia Anak-Anak pada Juli 2019.

Kedua pemain ini memiliki paspor ganda, sehingga dapat dipanggil untuk bergabung dengan Timnas U-17.

Faktor menarik lainnya adalah ayah dari Walber Jardim, Eliyu Sangelo Jardim, yang adalah mantan pemain Liga Indonesia.

Baca Juga: Orgasme Saat Berhubungan Seks Bikin Peluang Hamil Lebih Tinggi? Ini Penjelasan Lengkap Dokter Boyke

Pendukung Indonesia mengungkapkan dukungan mereka terhadap ide ini, namun beberapa juga menyerukan prioritas kepada pemain lokal untuk Piala Dunia U-17.

"Menurut saya, untuk tim kelompok usia sebaiknya lebih mementingkan pemain lokal. Untuk senior, pemain internasional lebih diterima," kata pengguna Twitter @andixxx.

"Ini terlihat seperti pemain lokal. Wajahnya masih sangat Indonesia," komentar @liamxxx.

Load More