/
Rabu, 28 Juni 2023 | 15:44 WIB
jakarta international stadium JIS. ([dokumentasi])

Persatuan Sepak Bola Indonesia atau PSSI belum dapat memastikan stadion mana yang akan menjadi venue Piala Dunia U-17 2023, termasuk Stadion Internasional Jakarta alias JIS, Jakarta Utama.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengatakan, JIS yang dulu digagas Anies Baswedan saat masih menjadi Gubernur DKI Jakarta, masih menghadapi beberapa tantangan jika dipilih menjadi venue Piala Dunia U-17 2023, seperti akses penonton dan lahan parkir.

"Kami tentu akan memeriksa JIS. Masalah yang perlu dicatat adalah akses penonton dan lahan parkir," ungkap Erick Thohir di Komplek Istana Negara, Jakarta Pusat, pada Senin (26/6/2023).

Beliau juga menambahkan, "Harusnya ada empat pintu, tapi baru satu pintu yang dibuka. Ini tentu harus kami antisipasi demi keselamatan para penonton."

Erick Thohir berencana untuk memeriksa JIS bersama Pejabat Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono dan Menteri Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (MenPUPR), Basuki Hadimuljono.

"Mengenai apa saja yang masih kurang dan perlu dilengkapi? Saya yakin FIFA tidak akan menolak standar kami karena alasan politis. Tetapi standar tersebut harus disesuaikan," kata Erick Thohir.

Erick Thohir juga memberikan tanggapan positif terhadap pernyataan Presiden Joko Widodo atau Jokowi, yang meminta PSSI untuk mempertimbangkan stadion lain sebagai venue Piala Dunia U-17 2023.

Sebab, Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta Pusat, yang kemungkinan akan menjadi venue utama Piala Dunia U-17 2023, memiliki jadwal yang bertabrakan dengan konser Coldplay.

Piala Dunia U-17 2023 akan berlangsung pada 10 November hingga 2 Desember 2023, sedangkan konser Coldplay dijadwalkan pada 15 November 2023, namun SUGBK sudah dipesan dari 5-17 November 2023.

Baca Juga: 3 Cara Merasakan Sensasi Liburan di Kota Sendiri

"Saya sangat terbuka dengan petunjuk dari Presiden untuk mempertimbangkan beberapa stadion lain yang standarnya sudah memadai," tutur Erick Thohir.

"Pastinya FIFA akan melakukan peninjauan ulang. Kami tidak ingin menyarankan stadion yang ternyata tidak memenuhi standar," tambah Erick Thohir, yang juga menjabat sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Load More