Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan kerja ke Papua, Jayapura beberapa hari yang lalu. Dalam kunjungan tersebut, orang nomor satu Indonesia ini menyempatkan diri meninjau beberapa aset wisata, kunjungan ke suku asmat hingga menghadiri acara peresmian Papua Street Carnival.
Pada kunjungannya kali ini, Jokowi juga berkesempatan bertemu dengan beberapa murid sekolah dasar. Jokowi pun meluangkan waktu untuk membuka sesi tanya jawab bersama anak-anak SD tersebut.
Melalui video yang diunggah oleh akun TikTok @infoseputarpresiden nampaknya salah satu murid memberikan pertanyaan tak terduga untuk orang nomor satu Indonesia itu.
"Kenapa ibu kota negara tidak dipindahkan saja ke Papua?" tanya bocah SD tersebut.
Presiden Jokowi dan beberapa tamu yang hadir saat itu pun nampak tersenyum saat mendengar pertanyaan dari bocah perempuan itu.
Meski begitu, Jokowi kemudian menjawab dengan santai dan bahasa yang mudah dimengerti anak usia sekolah dasar.
"Ini yah, Indonesia ini sangat besar sekali dari Papua sampai ke Aceh dari Sabang sampai Merauke yah sangat luas sekali," jelasnya.
Ia juga mengatakan, posisi geografis Papua sendiri sangat jauh jika di tempuh dari Aceh, Belum lagi transportasi ke Papua juga terbatas dan akan memakan waktu yang cukup lama.
"Nah kalau dipilih yang timur ya kan nanti kalau ibu kotanya dipilih di Papua yang dari Aceh ke Papua ini kalau ke sini jauh sekali sembilan jam dari Aceh ke Papua, naik pesawat loh itu. Kalau naik kapal bisa berminggu-minggu," katanya.
Jadi, kata dia, berdasarkan tingkat strategisnya geografis dipilhlah Kalimantan sebagai ibu kota negara Indonesia karena berada di tengah-tengah antara pulau-pulau di Indonesia.
Baca Juga: Sederet Alasan Jokowi Lebih Dukung Prabowo Ketimbang Ganjar, Ini Buktinya
"Jadi dipilih ibu kota itu di tengah-tengah, sehingga dipilih nusantara di Kalimantan, tengah-tengah dari Timur deket dari Papua dekat dari Aceh juga deket di tengah dari utara juga dekat dari selatan juga dekat gitu, jadi dipilih di tengah-tengah" lanjutnya.
Setelah mendengar jawaban tersebut, lantas bocah perempuan itu tersenyum merasa rasa penasarannya sudah terjawab.
Melihat hal tersebut, warganet lantas membanjiri komentar untuk bocah perempuan itu.
"Warbiasa akan menjadi kenangan kelak ketika si adek ini sudah dewasa," tulis netizen lainnya.
Sementara netizen lainnya menanggapi pertanyaan anak SD tersebut pintar.
"Pinter banget anak-anak sekarang yah, kalau aku pas maju untuk bertanya pasti lupa semua. Saking tegang dan grogi," tulis akun lain.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
Terkini
-
Cekik Industri Tembakau Sama Saja 'Bunuh' 6 Juta Pekerja, Wamenaker: Negara Belum Siap!
-
Adu Murah Tarif Taksi Blue Bird vs Green SM, Mana yang Jadi Pemenangnya?
-
7 Subsektor Manufaktur Melemah, Kemenperin Ungkap Biang Keroknya
-
Dramatis dan Emosional, NMIXX Ungkap Misteri Cinta Unik di Lagu Crescendo
-
Kecelakaan Maut Bekasi Timur: Mengapa Sistem Keamanan Kereta Gagal Mengadang Tragedi?
-
Prabowo Gebrak Hilirisasi Fase II Senilai Rp116 Triliun: Jalan Tunggal Menuju Kemakmuran!
-
Tak Hanya Kekerasan Anak, LPSK Endus Dugaan Penipuan hingga Malapraktik di Daycare Little Aresha
-
Tak Sekadar Jejak Pesawat, Contrails Ternyata Berdampak pada Iklim: Kok Bisa?
-
IKI April 2026 Bertahan di Level Ekspansi 51,75 Meski Bayang-bayang Global Menghantui
-
Target 120 Juta Motor Listrik Dinilai Belum Realistis, IESR Soroti Infrastruktur dan Beban Fiskal