/
Senin, 17 Juli 2023 | 15:05 WIB
CEK FAKTA: Panji Gumilang Cekoki dan Eksekusi Santriwati di Ruangan Dugem Al Zaytun ((YouTube))

Beredar kabar Pondok Pesantren atau Ponpes Al Zaytun memiliki ruang dugem khusus layaknya klub malam. Bahkan, ruang dugem itu disebut sering dijadikan tempat  mencekoki santriwati.

Kabar tersebut dibagikan oleh akun YouTube Lidah Rakyat. Hingga berita ini dipublikasikan, video yang diunggah akun Lidah Rakyat itu telah disaksikan 7 ribu kali dan mendapatkan puluhan tanda suka.

Dalam narasinya, akun ini membagikan narasi 'breaking news' terkait penemuan ruangan khusus bak klub malam di Ponpes Al Zaytun. Selain itu, pimpinan Al Zaytun, Panji Gumilang, juga disebut kerap mengajak santriwati ke ruangan itu untuk dicekoki, sebelum akhirnya dieksekusi.

Adapun narasi yang dibagikan dalam judul video sebagai berikut:

“Tak Disangka! Al Zaytun Punya Ruangan Dugem Khusus Bak Klub Malem! Santr1wati Sering di Cekoki Disinii!!”

Sementara itu, narasi dalam thumbnail akun Lidah Rakyat berikut ini:

“Breaking News! Ada Ruangan Khusus Bak Club Malam. Biasanya Santriwati Diajak Panji Kesini, Dicekoki Sebelum Dieksekusi”

Lantas benarkah narasi tersebut?

PENJELASAN

Baca Juga: Baca Surat Yasin Saat Malam Tahun Baru Islam, Keutamaan dan Bacaan Arab Latin Lengkap!

Berdasarkan penelusuran Turnbackhoax -- jaringan Suara.com, kabar Panji Gumilang sering mencekoki santriwati di ruangan dugem khusus Al Zaytun, sebelum akhirnya dieksekusi adalah kabar tidak benar.

Faktanya, isi video tersebut saat didengarkan untuk cek fakta sama sekali tidak memberikan informasi kredibel mengenai temuan ruangan dugem khusus di Al Zaytun. Begitu juga tidak ada bukti valid mengenai Panji Gumilang mencekoki santriwati maupun mengeksekusi mereka.

Sebaliknya, video berdurasi 8 menit 14 detik itu membahas tentang berbagai kontroversi Ponpes Al Zaytun yang belakangan ini ramai diperbincangkan masyarakat.

Adapun berita mengenai diskotik yang dikaitkan dengan Ponpes Al Zaytun hanyalah sebatas hasil wawancara antara TVOne dengan pengurus pondok pesantren. Dalam pengakuannya, pengurus ponpes itu mengaku pernah mengantar sejumlah santriwati untuk pergi ke diskotik.

Meski demikian, belum ditemukan sumber resmi yang bisa membuktikan pernyataan tersebut.

KESIMPULAN

Load More