Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengatakan FIFA telah menunjuk Stadion Manahan sebagai venue semifinal dan final Piala Dunia U-17.
Setelah sebelumnya ribut-ribut soal Jakarta International Stadium, pada ujungnya Erick Thohir menyetujui penunjukkan Stadion Manahan Solo ini untuk dijadikan lokasi laga pamungkas kompetisi yang diikuti 24 negara tersebut.
Lantas seperti apa fasilitas dan keunggulan Stadion Manahan yang dipilih jadi venue Semifinal dan Final Piala Dunia U-17? Simak informasi lengkapnya berikut ini.
1. Jacuzi Ruang Ganti
Untuk kenyamanan para atlet yang bertanding, ruang ganti pemain juga diperbaiki dengan menambah kolam berendam air panas (jacuzzi) untuk masing-masing tim dan ruang pemanasan. Untuk lintasan atletik juga sudah dilakukan perbaikan dan sudah mendapatkan sertifikat kelas 2.
Dalam fasad stadion juga menggunakan motif batik Kawung yang menjadi ciri khas utama budaya Solo. Konstruksi atap direnovasi dengan menggunakan space frame keliling stadion. Tak hanya itu, ada juga penambahan lift di area tribun barat VIP serta fasilitas 24 kursi difabel.
2. Ruang Pemanasan
Melansir dari situs resmi KemenPUPR, Stadion Manahan Solo juga dilengkapi dengan ruang ganti pemain, dan toilet yang sudah standar internasional. Tak hanya kolam relaksasi, ruang pijat, ada juga ruang pemanasan pemain dan jumpa pers.
Fasilitas-fasilitas Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) tersebut bahkan dilengkapi dengan jaring pengaman dan sederet pengatur suhu ruangan (AC).
Baca Juga: PSSI-Kemenpora Gandeng Swasta, Kolaborasi Majukan Sepak Bola Usia Dini
3. Rumput Zoysia Japonica
Untuk diketahui, lapangan di Stadion Manahan ini ditanami dengan rumput berjenis Zoysia Japonica, sama dengan yang digunakan di Gelora Bung Karno yang mempunyai keunggulan lebih hijau dan juga memiliki akar yang lebih kuat.
Rumput Zoysia Japonica ini dipandang sebagai rumput “masa depan” karena mempunyai sejumlah keunggulan. Rumput tersebut lebih impresif karena menjadikan lapangan lebih indah pada saat dibuat bergaris selang-seling warna hijau muda dan hijau tua.
Rumput ini juga dinilai lebih mendukung permainan karena lebih tebal sehingga bisa melindungi pemain dari cedera. Rumput ini mempunyai kerapatan tajuk yang cenderung lebih tinggi dan lebih tahan kering.
4. Kualitas Drainase
Stadion Manahan Solo menjadi lebih unggul karena didukung dengan sistem drainase lapangan yang baik. Oleh karenanya, meskipun diguyur hujan, tidak ada genangan terlihat meskipun sedang dalam pertandingan.
Berita Terkait
-
Erick Thohir Konfirmasi Dua Pemain Diaspora yang Masih Bertahan di Timnas Indonesia U-17
-
FIFA Minta JIS Tanam Rumput Pakai Cara Lama, Teknologi 'Stadion Anies' Terlalu Canggih?
-
Target Timnas Indonesia Hadapi Turkmenistan Di FIFA Matchday September: Raih Poin!
-
Kenapa PSSI Cuma Kontrak Frank Wormuth Jangka Pendek? Ini Alasannya
-
Prabowo Sopiri Erick Thohir Saat Dampingi Jokowi di Malang, PAN: Itu Kode Keras!
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
-
90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
Terkini
-
Viral Toko Es Krim Pakai Daun Pisang Akibat Harga Plastik Melonjak, Hasilnya Lebih Estetik
-
Mahasiswa Desak MK Kabulkan Uji Materi UU TNI Terkait Tragedi Andrie Yunus
-
Polemik Kasus Chromebook dan Ancaman Trial by The Press di Era Digital
-
Buronan Interpol dan Bos Mafia Asal Inggris Akhirnya Dideportasi Imigrasi Ngurah Rai
-
Bahas Flyover Mengkreng, Mas Dhito Bertemu Bupati Nganjuk dan Jombang
-
Pundit Belanda Kritik keras Maarten Paes Usai Ajax Telan Pil Pahit Lagi
-
Cara Menghilangkan Bekas Luka Gatal dengan Salep Herbal Lokal Khas Suku Dayak, Benarkah Ampuh?
-
Raih Gelar Young Player of The Month, Muhammad Ragil Ingin Terus Belajar
-
Maxime Bouttier dan Raihaanun Bintangi Series Tante Sonya: Kisah Cinta Beda Usia
-
Mas Dhito Tekankan Profesionalitas Pengelolaan KDKMP agar Berkelanjutan