-
Iran menyatakan kesiapan mutlak untuk mengakhiri konflik dan ketegangan bersenjata di Timur Tengah.
-
Teheran menuntut Amerika Serikat mencairkan aset bernilai Rp427,2 miliar lewat proposal 14 poin.
-
Dialog intensif di Qatar difokuskan pada penyusunan dokumen ahli demi stabilitas kawasan regional.
Suara.com - Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan komitmen negaranya untuk segera menghentikan segala bentuk pertempuran di kawasan Timur Tengah. Langkah strategis ini diambil guna mewujudkan stabilitas keamanan yang bermartabat bagi seluruh negara terkait.
Melalui pembicaraan intensif dengan Qatar, Teheran kini mulai menyusun cetak biru perdamaian yang lebih konkret. Fokus utama diplomasi tersebut diarahkan pada penyelesaian dokumen kesepakatan di tingkat ahli.
Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa Iran ingin beralih dari konfrontasi militer menuju resolusi meja perundingan. Proses ini juga menjadi ujian besar bagi komitmen perdamaian yang selama ini disuarakan global.
"Presiden Iran berterima kasih kepada Pemerintah Qatar atas dukungan dan upaya konstruktif yang berkelanjutan dalam upaya perdamaian, menyatakan kesiapan Iran untuk bergerak menuju kerangka kerja bermartabat guna mengakhiri perang dan ketegangan regional saat ini," menurut pernyataan resmi Pemerintah Iran.
Pihak Teheran kini menuntut pembuktian nyata dari Amerika Serikat untuk menunjukkan keseriusan mereka dalam menciptakan perdamaian. Hubungan bilateral kedua negara tersebut memang kerap memanas akibat berbagai ketegangan politik.
"Upaya serius sedang dilakukan, termasuk di tingkat ahli, untuk menyelesaikan dokumen dan teks guna mempersiapkan jalan yang jelas menuju stabilitas," kata Pezeshkian dikutip dari RIA.
Guna memuluskan rencana tersebut, delegasi tingkat tinggi yang dipimpin Ketua Parlemen Iran Mohammad-Bagher Ghalibaf telah diutus ke Qatar. Misi diplomatik ini membawa agenda krusial mengenai pemulihan hak ekonomi negara.
Negosiasi damai yang dimediasi oleh Qatar ini berpusat pada pembebasan dana finansial Iran yang dibekukan oleh Washington. Pencairan dana tersebut dinilai menjadi kunci utama normalisasi hubungan kedua belah pihak.
Iran telah menyodorkan proposal penyelesaian yang berisi 14 poin usulan sebagai syarat utama rekonsiliasi. Dokumen tersebut memuat tuntutan pengembalian aset luar negeri senilai 24 miliar dolar AS atau berkisar Rp427,2 miliar.
Baca Juga: AS Serang Iran Saat Negosiasi Damai Berjalan, Timur Tengah di Ambang Ledakan
Skema pengembalian dana tersebut rencananya akan dibagi ke dalam dua tahapan pengerjaan utama. Separuh dari total aset wajib dilepaskan pada fase awal, sedangkan sisanya menyusul kemudian.
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah telah berlangsung lama dan melibatkan banyak aktor internasional, termasuk Amerika Serikat. Sanksi ekonomi dan pembekuan aset asing menjadi instrumen tekanan yang kerap dihadapi oleh pihak Teheran.
Hubungan diplomatik yang beralih ke Qatar ini menandai babak baru pencarian solusi perdamaian di tengah krisis. Keberhasilan implementasi 14 poin usulan Iran akan menjadi penentu masa depan stabilitas regional tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
Terkini
-
Sengaja Dibakar atau Kecelakaan? Misteri Tewasnya Santri di Lombok Tengah Masuk Meja DPR
-
Kejagung Bantah Febrie Umrah: Nggak Bener, Dia Sudah Dicekal dan Tak Dijaga TNI Lagi!
-
MPLS Sekolah Rakyat Fokus Bangun Literasi Digital, Siswa Baru Dibekali Etika Pakai Medsos
-
KPK Dalami Alasan Bupati Kuansing Beri Amplop ke Menhut Raja Juli
-
Pakar UGM Ingatkan Mutasi ASN Tak Boleh Jadi Alat Balas Dendam Menteri
-
FBI Turun Tangan! Dolar dan Emas 74 Kg Bukti Korupsi Eks Jampidsus Febrie Dicek Keasliannya
-
Ada Pihak Coba Adu Domba? Kapolri di Mabes TNI: Silakan Langsung Berkomunikasi, Kami Terbuka!
-
IUCN Apresiasi Komitmen Menhut RI Perkuat Konservasi Gajah
-
Perancang Masjid Istiqlal hingga Monas Friedrich Silaban Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional
-
Macet 850 Meter! Pembetonan Jalan Kebon Sirih 'Caplok' Dua Lajur Hingga September