Masifnya program naturalisasi oleh Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) jadi sorotan media Vietnam. Dengan naturalisasi, Timnas Indonesia berpotensi bakal banyak dihuni pemain-pemain yang merumput di daratan Eropa.
Di sisi lain, persaingan antara Vietnam dengan Indonesia merupakan cerita klasik dan banyak di nanti saat kedua tim turun ke lapangan. Tambah lagi, berubahnya kursi pelatih Golden Warriors yang baru saja diganti dari Park Hang-seo ke hilip Troussier, tentu banyak dinanti publik Vietnam.
Salah satu media ternama di Vietnam, Soha, menyoroti profil Timnas Indonesia yang kini banyak dihuni sejumlah pemain asing dari Eropa. Tentu hal itu jadi 'ancaman' tersendiri bagi Vietnam untuk bekerja lebih keras lagi dalam persaingan turnamen Asia maupun babak kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
"Federasi Sepak Bola Indonesia telah menerapkan prosedur naturalisasi bagi banyak pemain yang bermain di Eropa, guna memperkuat timnas menjelang turnamen Asia dan kualifikasi Piala Dunia," tulis Soha dalam tajuknya.
Media tersebut juga menulis sejumlah nama-nama besar pemain yang berkiprah di Eropa dengan kualitas atau grade A.
Media itu menulis sejumlah nama pemain keturunan yang kemungkinan bakal memperkuat Timnas Garuda, seperti Jay Idzes yang kini memperkuat PSV Eindhoven di Liga Belanda, Thom Haye pemain dari SC Herenveen di Liga Belanda, Kemudian Emil Audero yang menjadi kiper andalan Sampdoria di musim lalu yang kini dikabarkan tim papan atas Liga Italia, back muda Mees Hilgers yang memperkuat FC Twente di Liga Belanda Netherlands.
Selain itu, ada Ilias Alhaft eks pemain sayap Almere City dan Ragnar Oratmangoen yang bermain untuk FC Groningen di Liga Belanda.
"Semua pemain ini bermain di Eropa," tulis media itu.
Dengan keberadaan enam calon pemain yang bakal dinaturalisasi tersebut, media Vietnam memperingatkan timnas mereka agar lebih berhati-hati dan mempersiapkan diri.
Baca Juga: Perkuat Potensi Pemasaran dengan Gelar Pelatihan Digital Marketing di Indramayu
"Tentunya tim Vietnam asuhan pelatih Troussier juga perlu mempersiapkan diri dengan baik jika ingin meraih hasil positif," ulasnya.
Berita Terkait
-
Marselino Ferdinan Cuma Main 45 Menit, KMSK Deinze Harus Rela Bermain Imbang 1-1 Lawan Klub Belanda
-
Yunus Nusi Rangkap Jabatan di KONI, Erick Thohir: Saya Tagih Komitmennya
-
Frank Wormuth Ungkap Kelebihan Dan Kekurangan Timnas U-17, Kemampuan Serangan Balik Menjanjikan
-
Mulai Terbukti, Alasan Bima Sakti Pertahankan Andrika Fathir di Timnas U-17
-
Digebuk Barcelona 0-3, Coach Bima Soroti Dua Pemain Timnas U-17 Ini
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- 5 Rekomendasi Body Lotion Terbaik Mencerahkan Kulit di Indomaret
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Yaqut Diperiksa KPK Pekan Ini Usai Praperadilannya Ditolak, Langsung Ditahan?
-
Dua Kali Blunder Kiper Tottenham Antonin Kinsky Bikin Igo Tudor Kehabisan Kata-kata
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
Terkini
-
Mobil Dinas Rp8,5 Miliar Gubernur Rudy Mas'ud Akhirnya Dikembalikan
-
Federico Valverde Momok Menakutkan Manchester City, Gianluigi Donnarumma Ciut Nyali
-
6 Shio Paling Hoki pada 12 Maret 2026, Siapa Saja yang Beruntung?
-
Survei OJK: Perbankan Tetap Solid di Awal 2026, Meski Inflasi dan Rupiah Jadi Tantangan
-
Donald Trump Rilis 172 Juta Barel Cadangan Minyak AS
-
Daftar Capaian Danantara Selama Setahun Berdiri
-
RESMI! Dewan Keamanan PBB Minta Iran Stop Rudal Negara Sekutu AS-Israel di Timur Tengah
-
Persib Kokoh di Puncak Klasemen, Bojan Hodak Ingin Fokus Hadapi Laga demi Laga
-
Rupiah Masih Lemas Lawan Dolar AS ke Level Rp16.893
-
Presiden Krosia Zoran Milanovic Sebut Israel Teroris, Kecam Serangan AS ke Iran