Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menegaskan bahwa partainya tidak akan mendukung Anies Baswedan di Pilpres 2024. Komitmen Airlangga itu pun mendapatkan sindiran menohok dari mantan Sekretaris BUMN Muhammad Said Didu.
Melalui akun Twitter resminya, @msaid_didu, membagikan pemberitaan mengenai Airlangga. Dalam berita itu, Airlangga memastikan bahwa Partai Golkar tidak akan mendukung bakal capres dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan tersebut di Pemilu 2024.
Said Didu pun menilai bahwa pernyataan Airlangga itu hasil tekanan dari 'Gedung Bundar'. Tak hanya itu, ia juga mempertanyakan apakah keputusan Airlangga itu juga diwarnai tekanan dari pihak Istana Negara.
"Hasil tekanan 12 jam di gedung bundar dan 3,5 jam di Istana?" tanya Said Didu dalam cuitannya pada Kamis (3/8/2023).
Sebagai informasi, Partai Golkar masih belum menyatakan dukungannya ke bakal capres. Padahal sudah ada tiga bakal capres 2024, yakni Anies Baswedan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.
Tentu dengan tidak mendukungnya Anies, Golkar tinggal dihadapkan dengan dua pilihan bakal capres. Keduanya adalah Prabowo atau Ganjar.
Sementara itu, cuitan Said Didu yang menyindir keputusan Airlangga tak akan mendukung Anies turut menuai atensi warganet. Cuitannya itu telah dibaca ribuan kali dan mendapatkan puluhan tanda suka. Warganet juga membanjiri kolom komentar dengan beragam pendapat.
"Beda jauh dengan bang Surya Paloh dibunuh pun bela Anies Baswedan," sentil warganet.
"Pemilih Anies bukan konstituen Golkar maka gak nyambung, kalau PKS iya," bela warganet.
Baca Juga: Data Satgas: Sebanyak 434 Tawaran Pinjol Ilegal Beredar Selama Juli 2023
"Partai besar sudah tak punya marwah karena dibelenggu pemimpinya yang kotor dan opportunis," sindir warganet.
"Ya terserah partai politik lah pak, masa mau ngikutin keinginan bapak," komentar warganet.
"Aku wis mbatin, judulnya ketakutan. Ya Alloh selamatkan negeri ini dari penguasa dholim," tambah yang lain.
"Masalahnya apa ya? Bagi Anda, negeri ini dan termasuk bagi saya?" tanya warganet.
Berita Terkait
-
Ditandatangani Akbar Tandjung, Dewan Kehormatan Partai Golkar Tegaskan Setop Wacana Munaslub
-
Kronologi Anggota DPRD Sinjai Fraksi PAN dan Golkar Janjian Nyabu, Ending Ngenes
-
Tiga Ketua Dewan Golkar Dukung Penuh Airlangga Hartarto
-
ARB, Akbar Tandjung Dan Agung Laksono Sepakat Tolak Munaslub Golkar
-
Manfaatkan Bonus Demografi, Menko Airlangga: Indonesia Siap Menuju Negara Berpenghasilan Tinggi
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua
-
Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi
-
Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya
-
Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis
-
Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB
-
Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan
-
Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh
-
Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya
-
Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu
-
Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL