/
Selasa, 15 Agustus 2023 | 10:26 WIB
Sejumlah pesepak bola Kashima Antlers U-18 berselebrasi usai memenangkan adu penalti melawan Bhayangkara Presisi U-18 dalam pertandingan perebutan tempat ketiga International Youth Championship (IYC) (ANTARA)

Pelatih Kepala Kashima Antlers U-18, Atsushi Yanagisawa, telah mengungkapkan keprihatinannya terhadap kebiasaan pemain Indonesia yang cenderung mengeluh dan berpura-pura cedera di lapangan

Dia menganggap bahwa perilaku semacam ini tidak akan membantu perkembangan sepak bola di Indonesia.

Komentar tersebut muncul setelah timnya, Kashima Antlers U-18, berhadapan dengan Bhayangkara FC U-20 dalam ajang International Youth Championship 2023 di Bali.

Atsushi Yanagisawa berpendapat bahwa meskipun Bhayangkara Presisi FC memiliki beberapa pemain yang memiliki potensi, namun ada kecenderungan beberapa di antaranya untuk sering mengeluh dan melakukan aksi berlebihan seperti berguling-guling di lapangan untuk memperlambat permainan.

“Dengan cara bermain seperti itu untuk Indonesia mau meningkat dari 150 ke peringkat 100 dan naik agak sulit, karena selama ini di Jepang tidak ada istilah sedikit-sedikit jatuh guling-guling,” kata Yanagisawa dikutip dari Antara.

“Ke depan kalau bisa mari bermain sportif, kalau tidak parah sekali jangan, karena dengan sportif otomatis bola kita akan jadi maju,” sambung Yanagisawa.

Dalam laga perebutan posisi ketiga International Youth Championship 2023 ini, Bhayangkara Presisi FC kalah dari Kashima Antlers lewat adu penalti 3-4, padahal tim asuhan Hartono itu masih memimpin dengan skor 2-1 hingga menit ke-77.

Pada laga tersebut, Kashima Antlers terlebih dulu unggul melalui gol yang disarangkan Ikeda Kensho pada menit ke-14. Namun, Bhayangkara dengan seragam kuning berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-18 melalui gol Ahmad Fahrul Aditya.

Memasuki paruh kedua pertandingan, Bhayangkara kembali menambah angka lewat gol kedua Fahrul di menit ke-77, namun Kashima Antlers kembali berhasil menyamakan angka pada menit ke-90+4 lewat tendangan Oyama Koji.

Baca Juga: Hasil Seleksi Timnas U-17 Di Solo, Tersisa 3 Pemain Diaspora, Siapa Saja?

Kashima mengaku cukup kecewa karena banyak waktu terbuang percuma sehingga mereka tak dapat memaksimalkan strategi.

Menurut tim asal Jepang itu, dari 1x45 menit pertandingan tiap babak hanya dapat bermain penuh selama 20 menit, sehingga diharapkan ke depan dipilih wasit yang betul-betul berkualitas demi memajukan sepak bola.

Sementara itu, Pelatih Kepala Bhayangkara Presisi FC Hartono menyebut kekalahan tersebut menyakitkan.

“Mungkin kemenangan sudah di depan mata tapi terjadi gol balasan akhirnya penalti. Mental pemain down karena kemasukan di menit akhir,” ujarnya.

Load More