/
Selasa, 05 September 2023 | 18:20 WIB
Kahiyang Ayu dan suaminya yang juga Wali Kota Medan, Bobby Nasution. ([Suara.com])

Menteri PANRB, Abdullah Azwar Anas, memberikan contoh konkret mengenai transparansi dan integritas dalam proses seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada era pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Salah satu bukti nyata dari komitmen tersebut adalah gagalnya putri satu-satunya Presiden Jokowi, Kahiyang Ayu, dalam mengikuti seleksi CPNS beberapa tahun lalu.

Dalam sebuah kesempatan di Town Hall Meeting BRIN di Jakarta, Selasa (5/9/2023), Anas menyatakan bahwa proses seleksi CPNS saat ini telah menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT), yang bertujuan untuk memastikan penerimaan aparatur sipil negara (ASN) yang berkualitas dan berkompeten.

"Contoh nyata dari komitmen ini adalah ketika putri Presiden Jokowi, Kahiyang Ayu, tidak lolos dalam seleksi CPNS di Solo pada Oktober 2014. Ini menunjukkan betapa ketat dan transparannya proses seleksi tersebut," jelas Anas.

Menteri Anas juga membandingkan dengan masa sebelum pemerintahan Jokowi, di mana banyak CPNS atau ASN yang diterima di pemerintahan daerah karena memiliki hubungan kekerabatan dengan birokrat setempat.

"Dulu, banyak ASN di daerah yang merupakan kerabat dari birokrat. Sekarang, hal tersebut tidak lagi mungkin," tegasnya.

Namun, Anas juga mengungkapkan adanya tantangan baru, yaitu meningkatnya jumlah tenaga honorer. Meskipun sistem penerimaan ASN telah direformasi, masih ada upaya dari birokrat daerah untuk merekrut kerabatnya melalui jalur tenaga honorer.

"Pada 2018, ada 446 ribu tenaga honorer. Namun, kini jumlahnya meningkat tajam menjadi 2,3 juta. Ini menjadi permasalahan yang harus kita selesaikan," pungkas Anas.

Baca Juga: Harry Kane akan Menghantui Manchester United di Fase Grup Liga Champions

Load More