Menipu Dua RS di Sangatta Kaltim
Meski sudah dipenjara, rupanya Susanto tak kapok. Ia kembali beraksi menipu di Kalimantan Timur (Kaltim) pada tahun 2011. Kala itu, ia berhasil mengelabui dua tempat sekaligus, yakni RS Sangatta Occupational Health Center (SOHC) dan RS Prima Sangatta.
Aksinya itu akhirnya ketahuan hingga kasusnya diusut Polres Kutai Timur. Dalam tahap penyelidikan, polisi pun mengungkap fakta mengejutkan. Di mana Susanto berencana melakukan penipuan di Palangkaraya, karena telah ada KTP setempat atas namanya.
Tipu RS PHC Surabaya
Susanto berhasil mengelabui RS PHC Surabaya selama dua tahun. Ia bahkan sampai ditunjuk untuk bekerja di klinik K3 wilayah kerja Pertamina Cepu, Jawa Tengah. Untungnya tidak ada korban karena dokter gadungan ini dipastikan tak pernah memberi obat.
Saat berkarier di sana, ia menggunakan identitas milik dr Anggi Yurikno. Ia menemukan data dokter asal Bandung itu dari Facebook. Susanto melihat ada loker di klinik K3 Pertamina Cepu dan langsung melamarnya. Ia pun diterima di sana.
Kronologi Aksi Susanto Terbongkar
Namun, pada 12 Juni 2023 pihak RS PHC meminta Susanto untuk memberikan ulang berkas lamaran pekerjaannya untuk keperluan perpanjangan kontrak kerja. Dokumen ini meliputi daftar riwayat hidup, fotokopi ijazah, dan sertifikasi dokter.
Susanto pun mengirimkan semua dokumen melalui WhatsApp. Ika Wati, seseorang yang ditugaskan memeriksa data menemukan kejanggalan. Ada perbedaan antara foto yang ada di website dan berkas. Ia lantas menelusuri lebih lanjut temuan itu.
Baca Juga: TUTORIAL Cara Beli Tiket Piala Dunia U 17 2023 Tinggal 1 Klik, Tidak Sesulit yang Dibayangkan
Pihak rumah sakit menghubungi Anggi Yurikno dan ia membenarkan bahwa berkas tersebut miliknya. Setelah kepalsuannya terungkap, Susanto akhirnya dilaporkan ke polisi dengan pelanggaran Pasal 378. Kasus ini kekinian tengah bergulir di pengadilan.
Berita Terkait
-
Profil dr. Anggi Yurikno, Korban Pencurian Identitas oleh Dokter Gadungan Susanto di Surabaya
-
Data Dirinya Dicatut Dokter Gadungan di Surabaya, dr Anggi Yurikno Angkat Bicara
-
IDI Tekankan Pentingnya Kredensial dalam Kasus Dokter Gadungan di Surabaya
-
Aksi Licik Susanto, Dokter Gadungan yang Lolos Tes dan 3 Kali Tipu Instansi Medis
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026