Belakangan muncul sebuah penelitian yang mengatakan bahwa mengontrak rumah bisa menyebabkan penuaan dini. Apa ini tanda pejuang KPR bisa senyum-senyum?
Seperti diketahui, akhir-akhir ini banyak sekali konten yang memperlihatkan tentang plus dan minus mengambil KPR untuk generasi milenial dan anak muda pada umumnya.
Sebab beberapa orang mengatakan bahwa mengontrak rumah jauh lebih nyaman ketimbang harus membayar iuran KPR per bulan yang sertifikatnya belum di tangan.
Meski demikian, ada sebuah penelitian menarik tentang hal ini yang membuat kamu akan kembali dibuat bingung mana yang lebih baik antara mengontrak rumah atau ambil KPR saja.
Dilansir dari BBC, para ahli dari Universitas Essex dan Universitas Adelaide di Australia melakukan penelitian tentang efek ngontrak dengan penuaan dini dan hasilnya sangat mengejutkan.
Mereka menemukan bahwa menyewa rumah secara pribadi, terlambat membayar sewa, atau tinggal di rumah yang terkena dampak polusi akan mengakibatkan penuaan biologis yang lebih cepat.
Penuaan biologis mengacu pada penurunan fungsi jaringan dan sel tubuh, tanpa memandang usia sebenarnya.
Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa penuaan biologis dapat meningkat selama peristiwa stres dan akan normal kembali apabila stres berhenti. Namun dalam mengontrak rumah, stres disebut akan muncul setiap datang tanggal pembayaran.
Dalam tulisannya di Journal of Epidemiology and Community Health, para peneliti mengatakan “percepatan penuaan epigenetik yang disebabkan oleh stres” mungkin berkontribusi pada penuaan dini.
Hal ini menunjukkan bagaimana keadaan perumahan dapat “memiliki konsekuensi yang nyata dan signifikan bagi kesehatan”.
Tinggal di perumahan lebih baik?
Studi ini juga menemukan bahwa masyarakat yang tinggal di perumahan sosial tampaknya memiliki kehidupan yang lebih baik, sebagian karena keamanan yang ditawarkan dan biaya yang lebih rendah.
Tidak diketahui maksud perumahan sosial di sini, akan tetapi ini kemungkinan adalah rusun atau perumahan yang dibuat oleh pemerintah. Sebab biasanya, perumahan ini memiliki tarif sewa yang lebih rendah.
Gabungan tim peneliti universitas menggunakan data tentang perumahan dan metilasi DNA dari masyarakat yang tinggal di lingkungan tersebut.
Data ini kemudian digabungkan dengan data dari Studi Longitudinal Rumah Tangga Inggris, yang dihubungkan dengan tanggapan survei sebelumnya dari Survei Panel Rumah Tangga Inggris (BHPS).
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- Heboh Lagi, Ahmad Dhani Klaim Punya Bukti Perselingkuhan Maia Estianty dengan Petinggi Stasiun TV
- Meledak! ! Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Sampai Ungkit Dugaan Perselingkuhan dengan Petinggi TV
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Tak Direstui, Pemuda di Jombang Nekat Masuk Kamar Tusuk Kekasih dan Adiknya
-
Pasca Tragedi Bekasi, Prabowo Subianto Perintahkan Perbaikan 1.800 Perlintasan KA
-
HONOR Win H9: Laptop Gaming yang Mengurangi Rasa Pusing hingga 58%
-
Balita Hiperaktif Tewas Terjatuh dari Lantai 3 RS Hermina Madiun Usai Jalani Terapi
-
Prabowo Akan Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk
-
Cara Dengerin Musik Cermin Cara Mencintai: Si Telinga Detail Pasti Relate
-
Spesifikasi Vivo T5 Pro di Indonesia: Bawa Bodi Tipis, Chip Kencang, dan Baterai Jumbo
-
Alyssa Daguise Tempuh Prenatal Acupuncture Demi Persalinan Normal
-
Piala Presiden 2026: PSSI Rajin Garap Turnamen "Hura-Hura", Lupa Prioritas Piala Indonesia
-
Koperasi Desa Tumbuh di Tengah Tekanan Daya Beli, Warga Mulai Cari Akses Sembako Lebih Terjangkau