Persija Jakarta, salah satu tim elit dalam kompetisi BRI Liga 1 Indonesia, berada dalam tahap pencarian pemain asing tambahan guna memperkuat skuad mereka dalam putaran kedua musim 2023/2024.
Pelatih utama Persija, Thomas Doll, telah mengajukan permintaan kepada manajemen klub untuk mencari pilihan yang tepat di bursa transfer.
Permintaan tersebut disampaikan oleh Thomas Doll kepada Presiden Persija, Mohammad Prapanca.
Mohammad Prapanca, dalam sebuah pernyataan, mengungkapkan bahwa mereka sudah memiliki beberapa calon pemain asing yang potensial, dan kini menunggu keputusan akhir dari sang pelatih utama.
"Sudah ada beberapa kandidat untuk putaran kedua. Semua keputusan ada di tangan pelatih. Mana yang bagus," kata Mohammad Prapanca.
Menurut Prapanca, manajemen Persija telah merekomendasikan tiga nama pemain asing kepada Thomas Doll, yang nantinya akan memilih pemain yang paling cocok untuk memenuhi kebutuhan tim.
"Nanti mana yang paling bagus untuk materi tim kita sekarang. Ada tiga pemain yang sudah direkomendasikan," tambahnya.
Saat ini, Persija sudah memiliki lima pemain asing dalam skuad mereka.
Aturan yang ditetapkan oleh PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) memungkinkan setiap tim BRI Liga 1 untuk memiliki hingga enam pemain asing, dengan syarat bahwa satu di antaranya harus berasal dari negara Asia Tenggara.
Baca Juga: Sebanyak 43.916 Peserta JKN Tidak Aktif, Dinkes Kulon Progo Lakukan Penelusuran
Dengan adanya rekomendasi pemain asing tambahan, Persija mungkin harus mempertimbangkan untuk melepaskan salah satu pemain asing yang telah ada di skuad mereka.
Salah satu nama yang sering dikaitkan dengan kemungkinan ini adalah Marko Simic, penyerang asal Kroasia yang juga telah mendapatkan kritik dari sebagian suporter karena kontribusinya yang dianggap kurang memadai bagi tim.
Namun, Prapanca belum memberikan konfirmasi resmi mengenai rencana tersebut.
Dengan tambahan pemain asing yang diharapkan dalam skuad Persija Jakarta, harapannya adalah dapat memperkuat daya saing tim dalam persaingan ketat Liga 1 2023/2024 dan memberikan hasil yang memuaskan bagi para pendukung setia klub tersebut.
Berita Terkait
-
PSIS Semarang Kurang Puas Bertengger di Posisi 5 Klasemen BRI Liga 1, Bakal Evaluasi Pemain Jelang Putaran 2
-
Belum Kapok, Thomas Doll Masih Incar Pemain Asing Tanpa Pengalaman di Liga Indonesia
-
Senang Tandem dengan Kadek Arel di Lini Pertahanan Bali United, Jajang Mulyana: Dia Pemain Bagus dan Berbakat
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
Terkini
-
Viral Pelayanan Jutek di Puskesmas Cisarua, Ini Respons Pimpinan
-
Persib vs PSM Makassar: 6 Poin Penting Pesan Pak Haji Umuh untuk Jaga Tahta Klasemen
-
3 Rekomendasi Sepatu Lokal Terbaik Januari 2026, Kualitas Premium Cuma 300 Ribuan
-
'Satu Foto Sejuta Cerita' Dedie A. Rachim Terpukau oleh Karya Jurnalistik di APFI 2026
-
4 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaik untuk Bapak-Bapak di Mei 2026
-
Long Weekend Makin Nyaman, BSB Cash Bank Sumsel Babel Jadi Andalan Pengguna Tol dan LRT
-
Gaya 'Old Money' dengan Sepatu Lari Lokal: 5 Brand yang Tampil Mewah Tanpa Logo Mencolok
-
Waspada Hantavirus! Banten Pernah Catat 1 Kasus, Pintu Masuk Internasional Dijaga Ketat
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
Dedi Mulyadi Ingin Kembalikan Kawasan Batutulis Bogor Jadi Area Hijau dan Sejarah