Suara Denpasar- Untuk mendapatkan gambaran jelas lokasi pembunuhan Brigadir J alias Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat, para komisioner Komnas HAM mendatangi rumah dinas Ferdy Sambo.
Di rumah yang beralamat di Komplek Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan ini akan dilakukan pemeriksaan lokasi.
Tempat ini menjadi tempat kejadian perkara (TKP) penembakan terhadap Brigadir J oleh para tersangka Sambo dan para ajudannya.
Brigadir J dihabisi dengan cara yang sangat sadis. Hal itu terlihat dari beberapa luka tembak di sekujur tubuhnya.
Bukan hanya luka tembak saja, luka bekas pukulan dan sayatan juga ada. Ada sejumlah luka terbuka di tubuhnya.
Sementara itu, sebagaimana dilaporkan pmjnews, satu unit mobil Inafis terlihat mendatangi lokasi sekitar pukul 14.59 WIB.
Sejumlah polisi juga berjaga di sekitar rumah dinas.
Rombongan dari Komnas HAM tiba di lokasi sekitar pukul 15.09 WIB. Terlihat hadir di lokasi komisioner Komnas HAM Choirul Anam dan juga Beka Ulung.
Tak lama, rombongan polisi tiba di lokasi sekitar pukul 15.23 WIB dan terlihat Inspektorat Pengawasan Umum (Irwasum) Komjen Pol Agung Budi Maryoto
Baca Juga: Ada Aliran Dana dari Ferdy Sambo kepada Para Ajudan? Pengacara Brigadir J Minta PPATK Telusuri
Di lokasi terpisah, sebelumnya pengacara Brigadir J Kamaruddin Simanjuntak meminta pihak PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan), melakukan penelusuran aliran dana Ferdy Sambo.
Dia meminta PPATK melakukan memeriksa rekening seluruh ajudan mantan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo.
"Periksa semua rekening ajudan tersebut libatkan PPATK. PPATK bisa mengungkap itu. Berapa ember uang di rekening-rekening ajudan itu dan ke mana aliran dan darimana aliran itu mengalir," kata Kamaruddin kepada wartawan, Senin (15/8/2022).
Kamaruddin meminta PPATK untuk turut memeriksa rekening bank dari orang yang selama ini 'tidak mau bicara' dan tidak mau memberi keterangan ke kepolisian. (*)
Berita Terkait
-
Ada Aliran Dana dari Ferdy Sambo kepada Para Ajudan? Pengacara Brigadir J Minta PPATK Telusuri
-
Usai Rayakan Hari Pernikahan, Amarah Ferdy Sambo sampai Ubun-ubun
-
Saat SMA Ferdy Sambo Dipanggil Peppi, Si Anak Jenderal yang Jago Taekwondo
-
Amunisi Baru! Pengacara Brigadir J Ancang-ancang Laporkan Ferdy Sambo Terkait Dugaan Suap LPSK
Terpopuler
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Penebangan 10 Pohon di Jalan Riau Lolos Pengawasan, Dedi Mulyadi Minta Camat Hingga Lurah Disanksi
-
Rojali, Mantap, hingga Lipstick Effect, Tiga Fenomena yang Menggambarkan Wajah Baru Konsumsi RI
-
Dosen Dipecat Karena Tegur Mahasiswa Berpakaian Ketat? Pimpinan Muhammadiyah Investigasi
-
Bawa Keranda 'RIP Hukum', Mahasiswa Geruduk Kejagung Tuntut Febrie Adriansyah Dihukum Mati
-
3 Kontroversi YouTuber Bigmo, Terbaru Libatkan Anak Kecil Promosi Liquid Vape
-
Pramono Buka Peluang Modifikasi Cuaca di Jakarta, Antisipasi El Nino dan Ancaman Kebakaran
-
Sudah Lebih 30 Provinsi Dikunjungi, Pengamat Bongkar Alasan Gibran Sering Turun ke Daerah
-
Perluas Cara Berinvestasi, BNI Tawarkan 2.600 Aset melalui Gelegar Lelang 2026
-
Febrie Adriansyah Lawan Status Tersangka, Kuasa Hukum Soroti 9 Kejanggalan Penanganan Kasus
-
Barang Impor Masih Mahal, Rupiah Terperangkap di Level Rp18.000