- Pendidik dituntut beradaptasi di era digital dengan menjadi fasilitator, mentor, dan motivator melalui konten edukatif yang kreatif.
- Tak lagi sekadar mengajar di kelas, kini pendidik dituntut mampu menjadi kreator konten edukatif atau EduCreator.
- Ini adalah figur yang tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga membangun cara belajar yang lebih relevan, fleksibel, dan menjangkau lebih luas.
Suara.com - Peran guru sedang mengalami pergeseran besar di era digital. Tak lagi sekadar mengajar di kelas, kini pendidik dituntut mampu menjadi kreator konten edukatif atau EduCreator—figur yang tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga membangun cara belajar yang lebih relevan, fleksibel, dan menjangkau lebih luas.
Transformasi ini menjadi sorotan dalam webinar bertajuk “Guru sebagai EduCreator: Peran Pendidik sebagai Fasilitator, Mentor, dan Motivator di Era Society 5.0” yang digelar Komunitas Guru Satkaara Berbagi (KGSB) bersama Mentari Groups dalam rangka Hari Pendidikan Nasional 2026.
Founder KGSB, Ruth Andriani, menekankan bahwa guru masa kini tidak cukup hanya berperan sebagai penyampai materi. Mereka juga harus mampu memfasilitasi proses belajar, membimbing cara berpikir, serta menjadi sumber motivasi bagi peserta didik.
“Peran guru hari ini tidak cukup hanya mengajar. Guru juga perlu hadir sebagai fasilitator pembelajaran, mentor dalam membimbing proses berpikir, sekaligus motivator bagi peserta didik. Di era digital, peran sebagai EduCreator menjadi salah satu cara bagi guru untuk berbagi pembelajaran dan menjangkau lebih luas,” ujarnya.
Konsep EduCreator sendiri lahir dari kebutuhan pembelajaran yang semakin adaptif. Dengan hadirnya berbagai platform digital, guru kini memiliki ruang untuk menyampaikan materi secara kreatif—baik melalui video, media sosial, maupun platform pembelajaran daring. Namun, tantangannya bukan sekadar menguasai teknologi.
Ruth menegaskan, kunci utama tetap terletak pada bagaimana guru memahami tujuan pembelajaran dan kebutuhan siswa. Konten yang dibuat harus relevan, mudah dipahami, serta tetap memiliki arah yang jelas.
Hal senada disampaikan Head of Marketing Communications Mentari Groups, Bunga Mega. Ia melihat perubahan cara belajar mendorong guru untuk keluar dari batasan ruang kelas dan memanfaatkan teknologi sebagai medium baru dalam mengajar.
“Di era digital, peran guru tidak lagi terbatas di ruang kelas. Guru juga mulai memanfaatkan platform digital untuk menyampaikan pembelajaran secara lebih kreatif dan relevan,” jelasnya.
Menurutnya, konten edukatif yang dikemas dengan pendekatan yang tepat bukan hanya membantu pemahaman materi, tetapi juga berkontribusi dalam membentuk pola pikir dan karakter siswa.
Baca Juga: 4 Dokter Muda Meninggal Saat Magang Sejak Februari 2026, Seberapa Berat Beban Kerja Nakes?
Meski terlihat menjanjikan, menjadi EduCreator bukan proses instan. EduCreator Fikri Suhardi yang turut menjadi pembicara membagikan pengalaman praktisnya dalam membangun konten edukatif. Ia menekankan pentingnya menentukan fokus atau niche sejak awal.
“Saat mulai menjadi EduCreator, yang paling penting adalah menentukan fokus atau niche terlebih dahulu. Dari situ, kita bisa lebih mudah mengembangkan ide dan menyampaikan pesan yang jelas. Prosesnya memang tidak instan, perlu konsistensi dan evaluasi agar konten yang dibuat tetap relevan dan berdampak,” ujarnya.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa peran EduCreator bukan sekadar mengikuti tren digital, tetapi membutuhkan strategi, konsistensi, serta refleksi berkelanjutan. Guru juga dituntut meningkatkan literasi digital agar mampu memanfaatkan teknologi secara optimal.
Momentum Hari Pendidikan Nasional tahun ini menegaskan satu hal: transformasi pendidikan tidak bisa dihindari. Guru sebagai EduCreator menjadi representasi pendidik masa depan—yang tidak hanya mengajar, tetapi juga menginspirasi, beradaptasi, dan menciptakan dampak lebih luas bagi generasi berikutnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
Terkini
-
25 Ucapan Idul Adha 2026 yang Bermakna untuk Caption Medsos, Dijamin Aesthetic!
-
7 Sepatu Sekolah Lokal Selain Stradenine yang Awet dan Stylish, Murah tapi Kualitas Dunia
-
4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
-
Viva Whitening Cream Dipakai setelah Apa di Malam Hari? Ini Urutan yang Benar
-
Promo Serba Gratis Alfamart Mei 2026: Ada Camilan Buat Anak Sekolah hingga Minuman Kesehatan
-
Tak Kenal Usia, dari Balita Sampai Lansia Baca Bareng di Ruang Terbuka
-
5 Sepatu Lari Premium yang Empuk untuk Daily, Tempo hingga Long Run
-
4 Pilihan Sepeda Keranjang Dijamin Nggak Bikin Ngos-ngosan di Tanjakan, Tampil Modis Tanpa Pegal
-
Staycation Makin Digemari, Ini Hotel Ramah Keluarga yang Bisa Jadi Pilihan
-
6 Rekomendasi Krim Malam untuk Hempas Flek Hitam dan Bikin Wajah Lebih Cerah