SUARA DENPASAR - Temuan mengejutkan dari survei Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Udayana (Unud). Pembangunan Megaproyek Pusat Kebudayaan Bali (PKB) Klungkung di eks Galian C Gunaksa memberikan dampak yang begitu besar bagi lingkungan di wilayah lain.
Sebab, untuk membangun PKB di eks Galian C itu didatangkan material dari beberapa daerah di Klungkung. Jumlah lokasi pengerukan tak tanggung-tanggung.
Yakni mencapai 40 titik dan sebagian besar berada di wilayah Dawan. Tak hanya itu, enam pura di sekitar lokasi pengerukan juga terancam.
Fakta ini terungkap selain dari survei ke lokasi, pun ketika BEM Unud melakukan audensi dengan Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta, 10 Agustus 2022, terkait Mega proyek yang diinisiasi Gubernur Bali I Wayan Koster.
Ada beberapa point penting yang disampaikan BEM Unud terkait proyek PKB di eks Galian C Gunaksa melalui siaran persnya.
Antara lain telah terjadi perluasan pengerukan menjadi 40 titik: Pemkab Klungkung berjanji akan menelusuri keberadaan galian tersebut; pengerukan menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan, jalan rusak.
Bahkan di pura di daerah Punduk Dawa Pesinggahan yang menimbulkan ancaman terjadinya longsor sudah dihentikan permanen; Ada 14 titik lokasi galian yang dihentikan; Durasi pengerukan untuk pemenuhan kebutuhan pembangunan PKB dinyatakan berjalan hingga Desember 2022. Terakhir untuk perbaikan jalan yang rusak akibat pengangkutan bahan galian akan dilakukan di tahun 2023 dan menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi Bali. ***
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Lionel Messi Terancam Tergusur di Daftar Top Skor Piala Dunia 2026 karena Sosok Ini
-
Ulasan Law and The City: Drama Hukum dengan Nuansa Healing yang Hangat
-
Jejak Sadis Taufik Hidayat: 4 Indekos Jadi Saksi Bisu Yuvita Dibuat Buta hingga Lumpuh
-
Berdampak ke Industri Kretek Lokal, Kemenperin Tolak Batas Tar dan Nikotin Rokok
-
Polisi Bongkar Home Industri Narkoba, Kamar Apartemen Disulap Jadi Tempat Produksi
-
Prediksi Superkomputer: Ini 8 Tim yang Bakal Lolos Lewat Jalur Peringkat 3 Terbaik Piala Dunia 2026
-
The Apurva Kempinski Bali Angkat Isu Regenerasi dan Keberlanjutan
-
Kok Bisa ESDM Seenaknya Stop Sementara Ekspor Batu Bara, Ini Alasannya
-
Korea Selatan Terancam Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Legenda Manchester United Buka Suara
-
Sekap dan Siksa Yuvita Pakai Helm, Sajam hingga Rokok: Taufik Hidayat Ternyata Penjahat Kambuhan!