- BINUS University mengadakan ICOBAR–SMART 2026 pada 5–6 Februari 2026, berkolaborasi dengan KIIT Korea Selatan.
- Konferensi ini membahas teknologi, tata kelola, bisnis, dan mobilitas untuk ekosistem global berkelanjutan melalui dialog lintas disiplin.
- Kolaborasi ini bertujuan memperkuat riset akademik Indonesia serta memastikan inovasi teknologi memberdayakan masyarakat secara adil.
Suara.com - Di tengah percepatan teknologi global yang mengubah cara belajar, meneliti, dan berinovasi, dunia pendidikan dituntut untuk tidak lagi berjalan sendiri. Kolaborasi internasional menjadi kunci agar pendidikan tinggi Indonesia mampu tetap relevan, adaptif, dan berdaya saing.
Komitmen tersebut ditegaskan BINUS University melalui penyelenggaraan ICOBAR–SMART 2026, sebuah konferensi internasional yang berlangsung pada 5–6 Februari 2026, bekerja sama dengan Korean Institute of Information Technology (KIIT) dari Korea Selatan.
Mengusung tema “Convergence 2026: Smart Governance, Intelligent Business, and Revolutionary Mobility for a Sustainable Global Ecosystem,” konferensi ini menghadirkan ruang dialog lintas negara dan lintas disiplin untuk membahas peran teknologi dalam membentuk tata kelola, model bisnis, serta sistem mobilitas yang berkelanjutan.
Tema ini mencerminkan urgensi global untuk memastikan percepatan teknologi, mulai dari kecerdasan buatan hingga sistem mobilitas cerdas berjalan seiring dengan tata kelola yang adaptif, regulasi yang bertanggung jawab, serta orientasi pada keberlanjutan.
Bagi pendidikan Indonesia, forum seperti ICOBAR–SMART 2026 menjadi jembatan penting antara pengembangan riset akademik dan kebutuhan nyata masyarakat.
Diskusi yang dihadirkan tidak berhenti pada tataran konsep, tetapi diarahkan pada bagaimana inovasi teknologi dapat diterjemahkan menjadi kebijakan publik dan praktik bisnis yang aplikatif serta berdampak jangka panjang.
Vice Rector of Research and Technology Transfer BINUS University, Prof. Dr. Juneman Abraham, M.Psi., menegaskan bahwa kolaborasi global merupakan bagian dari komitmen jangka panjang BINUS University dalam membangun pendidikan yang berdampak.
“Selama hampir 45 tahun berkarya, BINUS University berkomitmen untuk menghadirkan pendidikan dan riset yang berdampak serta relevan dengan tantangan global sebagai dukungan menuju Indonesia yang lebih maju,” ujarnya.
Juneman menekankan bahwa kemajuan teknologi canggih seperti kecerdasan buatan dan sistem kota cerdas tidak boleh hanya dinikmati oleh segelintir pihak. Menurutnya, pendidikan dan riset memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan teknologi benar-benar memberdayakan masyarakat.
Baca Juga: Meski Transaksi Digital Masif, BCA Tetap Gas Tambah Kantor Cabang
“Sesuai misi membina dan memberdayakan masyarakat, kami berkomitmen memastikan bahwa inovasi apa pun, termasuk digital, benar-benar menjadi milik publik, tidak hanya berputar di elit teknologi, semakin membebaskan masyarakat dari keterbatasan sehari-hari, dan digunakan untuk mempersempit jurang kesenjangan sosial,” katanya.
Ia menambahkan bahwa teknologi masa depan seharusnya memperlakukan manusia sebagai subjek yang berdaya dalam ekosistem yang adil dan berkelanjutan, bukan sekadar sebagai data.
Dalam pelaksanaannya, ICOBAR–SMART 2026 menghadirkan rangkaian diskusi lintas disiplin yang mencakup kecerdasan buatan, Internet of Things, smart mobility, digitalisasi rantai pasok, tata kelola dan kebijakan publik, pengembangan keterampilan masa depan, hingga isu keberlanjutan.
Cakupan ini menunjukkan upaya konferensi untuk menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan industri dan kebijakan, sekaligus mendorong pendidikan tinggi agar lebih kolaboratif dan aplikatif.
Chair Organizing Committee ICOBAR–SMART 2026, Dr. Joice Yulinda Luke, menyampaikan bahwa konferensi ini dirancang sebagai ruang pembelajaran bersama yang membuka peluang kolaborasi jangka panjang.
“Kami bangga menyambut seluruh peserta ICOBAR–SMART 2026 dari berbagai negara dan bidang keahlian. Konferensi ini dirancang sebagai ruang pertemuan yang mendorong pertukaran gagasan dan pembelajaran bersama, sekaligus membuka peluang kolaborasi yang dapat berkembang setelah forum ini berakhir,” ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
- Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
Pilihan
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
Terkini
-
Realme 16 5G Rilis 2 April 2026: Kamera Sony 50MP, Baterai 7000mAh, dan Fitur AI Canggih
-
iQOO Z11 Resmi Rilis: Baterai 9020mAh, Layar 165Hz, dan Fast Charging 90W, Raja Baru HP Gaming?
-
5 HP Samsung Layar Super AMOLED Termurah 2026, Tampilan Lebih Jernih
-
Terpopuler: PS6 akan Dirilis, Rekomendasi HP RAM 8 GB Harga 2 Jutaan
-
Peluncuran PS6 Diklaim Masih Sesuai Jadwal, Harga Kemungkinan Lebih Mahal
-
5 Rekomendasi HP RAM 8 GB di Bawah Rp2 Juta yang Awet untuk Jangka Panjang
-
5 HP Samsung Rp 2 Jutaan RAM 8GB, Cocok untuk Gaming dan Multitasking
-
Daftar Harga MacBook Air dan MacBook Pro Terbaru Maret 2026
-
Spesifikasi Samsung Galaxy A37 5G: Usung Exynos 1480, Android 16, dan Fitur AI
-
Penjualan Melambat, Produksi Konsol Nintendo Switch 2 Dipangkas