Suara.com - Nama Jeffrey Epstein telah menjadi pusat perhatian dunia karena skandal hukum yang menjeratnya. Di tengah berbagai diskusi mengenai kehidupan pribadinya, muncul pertanyaan mengenai identitas dan latar belakang keluarganya. Secara faktual dan historis, Jeffrey Epstein adalah seorang pria keturunan Yahudi.
Silsilah Keluarga dan Asal-Usul
Jeffrey Epstein tumbuh dalam keluarga Yahudi kelas menengah di Coney Island. Orang tuanya, Pauline (née Maxwell) dan Seymour George Epstein, adalah keturunan Yahudi. Ayahnya bekerja sebagai pegawai di departemen pertamanan New York City.
Dalam tradisi sosiologis Amerika, keluarga Epstein termasuk dalam gelombang imigran Yahudi yang menetap di New York dan membangun kehidupan di sana.
Ia menempuh pendidikan di sekolah-sekolah publik di Brooklyn, daerah yang secara historis memiliki komunitas Yahudi yang sangat besar.
Praktik Agama vs Identitas Budaya
Meskipun secara etnis dan silsilah ia adalah Yahudi, dalam kehidupan dewasa dan kariernya di dunia keuangan, Epstein jarang sekali menampilkan dirinya sebagai sosok yang religius atau aktif dalam kegiatan keagamaan tertentu.
Ia lebih dikenal sebagai figur yang mengandalkan jaringan sosial elit, kecerdasan intelektual di bidang sains, dan kekayaan untuk membangun pengaruh.
Di Amerika Serikat, identitas "Yahudi" sering kali bersifat ganda: sebagai identitas keagamaan (praktik Yudaisme) dan identitas etno-budaya.
Baca Juga: Indonesia Disebut 902 Kali dalam Epstein Files, Ada Jejak Skandal di RI?
Epstein masuk dalam kategori kedua, di mana identitas tersebut melekat pada asal-usul keluarganya, meskipun perilakunya di kemudian hari tidak mencerminkan nilai-nilai moral agama apa pun.
Koneksi Elit dan Pengaruh Global
Selain latar belakang keluarganya, aspek yang memperkuat profil Jeffrey Epstein di mata publik adalah kemampuannya menembus lingkaran elit global.
Ia dikenal sebagai sosok yang sangat ambisius dalam membangun jaringan. Dengan kekayaan yang ia kumpulkan di Wall Street, Epstein mengonsolidasikan kekuasaannya melalui kepemilikan aset mewah, termasuk pulau pribadi Little St. James di Kepulauan Virgin AS dan rumah megah di Manhattan.
Di tempat-tempat inilah ia menjamu tokoh-tokoh paling berpengaruh di dunia, mulai dari kalangan bangsawan Eropa hingga politisi papan atas Amerika.
Keanggotaannya dalam organisasi bergengsi seperti Council on Foreign Relations dan dukungannya terhadap penelitian sains di universitas ternama seperti Harvard, sempat membuatnya dipandang sebagai filantropis besar.
Berita Terkait
-
Epstein Files Bongkar Cerita Lama Chelsea, Ada Skandal Apa Lagi?
-
Terpopuler: Kronologi Jokowi Masuk Epstein Files, Apa Agama Jeffrey Epstein?
-
Apa Agama Jeffrey Epstein yang Dikirimi Kain Kiswah Kabah?
-
Kekayaan Hary Tanoesoedibjo yang Namanya Masuk Epstein Files
-
Daftar Kode Terselubung dalam Epstein Files, Ada Pizza hingga Ice Cream
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
Terkini
-
Dear Donald Trump! Ini Ada Ejekan dari Jubir Iran: Malu yah Kalah Perang
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
AS-Israel Lakukan Kejahatan Perang: 600 Sekolah Hancur, 66 Balita Iran Tewas
-
Dicari CIA dan Mossad, Teka-teki Keberadaan Ayatollah Mojtaba Khamenei
-
Geger! Trader Misterius Raup Jutaan Dolar dalam 15 Menit Sebelum Klaim Damai Trump
-
Tak Sekeder Bicara, PM Spanyol Embargo Senjata dan Bongkar Niat Jahat Israel ke Lebanon
-
Menakar Posisi Tawar Iran: Benarkah Makin Kuat Usai Digempur AS dan Israel?
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Ribuan ASN Kemensos Mangkir di Hari Pertama Kerja, Gus Ipul Bakal Sanksi dan Potong Tukin 3 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres