SUARA DENPASAR - Paul Munster, mantan pelatih Bhayangkara FC yang digadang-gadangi berlabuh ke Persib Bandung malah belabuh ke Brunei dan menjadi Direktur Teknis Timnas Brunei.
Pastinya tawaran cuan besar dan ragam fasilitas membuat Paul tergiur berkarir di negara kaya minyak di Asia Tenggara itu. Padahal, secara daya tarik atmosfer liga sepak bola. Bisa dibilang lebih hidup dan atraktif sepakbola di Indonesia.
Persib Bandung sendiri memiliki fans yang begitu besar. Klub tersebut juga merupakan salah satu klub tersukses di Liga Indonesia dengan beragam preatasi. Sedangkan Brunei hanya menjadi pelengkap tim sepakbola di Asean.
Dalam setiap turnamen, tim ini hanya menjadi penggembira dan dikalahkan Indonesia, Thailand, Malaysia, bahkan Vietnam.
Tapi hadirnya Paul Munster ini menjadi signal bahaya bagi Timnas di negara Asean yang lain. Dengan pengalaman di berbagai liga, mantan striker asal Swedia itu tentu akan membawa Timnas Brunei untuk lebih bertaring.
Record spektakuler Paul ketika melatih Bhayangkara FC yang langsung jadi penantang juara di Liga 1 musim lalu. "Siap" Brunei Darussalam akan berkembang pesat di tangan Paul munster," tulis akun @arip5282 di instagram @ngapakfootball, Rabu 17 Agustus 2022.
"Wah Brunei bakalan ngeri nih serem son," komentar pemilik akun @real_bayuoxs28 .
Di bagian lain, Pangeran Biru-julukan Persib Bandung kini memonitor Benjamin Mora, Kim Do Hoon dan Luis Milla sebagai pelatih. "Jadi kira-kira kandidat pelatih persib siapa dong? Yg dari Korea atau Luis milla?" komentar akun @vaniivan3. ***
Baca Juga: Kagum dengan Kualitas Stadion JIS, Chonburi FC: Bukti Sepakbola Indonesia Terus Berkembang
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026