/
Sabtu, 10 September 2022 | 12:29 WIB
Ilustrasi Aktivis perempuan Irma Hutabarat dan Irjen Ferdy Sambo (Suara Denpasar)

Suara Denpasar - Aktivis perempuan Irma Hutabarat yang sejak awal konsen dengan kasus kematian Brigadir J menduga ada "tangan-tangan" tiga oknum jenderal dan satu LSM ternama yang mendukung Irjen Ferdy Sambo.

Atas dukungan itu akhirnya istri Irjen Sambo, Putri Cadrawathi sampai saat ini hanya berstatus tahanan kota atau tidak ditahan. 

Tiga oknum jenderal itu diduga pernah melakukan pertemuan rahasia untuk meringankan hukuman Kaisar Sambo.

"Awal-awal itulah melibatkan (dugaan tiga kapolda) teman Ferdy Sambo,” duga Irma Hutabarat. Pertemuan itu kabarnya terjadi di salah satu markas kepolisian di kota besar pada 29 Juli 2022.

“Bukan hanya anak buahnya Sambo, tetapi rekannya dari ketiga kapolda itu," imbuh dia dalam acara di TVOnenews, baru-baru ini. 

Selain tiga oknum jenderal. Ada juga LSM besar yang turut hadir dalam pertemuan itu. Kabarnya, kehadiran LSM itu untuk memberikan assessment kepada Putri Candrawathi seolah-olah istri Ferdy Sambo itu depresi dan post-traumatic stress disorder atau PTSD.

Hasil pertemuan itu bisa dilihat dari perjalanan kasus saat ini. Di mana kasus pelecehan dan kekerasan seksual masih di bawa sampai saat ini.

"Nah itu (pelecehan dan kekerasan seksual) yang masih dibawa sampai sekarang,” ingat dia. “Pada waktu itu, waktu diundang di sana, kan bisa diteliti bisa ditelusuri. Apa yang dilakukan  tiga kapolda tersebut," ungkapnya.

Dia berharap ada keterangan dan pertanggungjawaban resmi terkait pertemuan tiga oknum jenderal dan LSM tersebut.

Baca Juga: Viral Polisi Joget Pinggir Jalan Sambil Atur Lalu Lintas, Diputar 2,8 Juta Kali, Warganet: Fix Bukan Anggota Ferdy Sambo

Apalagi, alibi dari LSM tersebut sudah dimentahkan oleh Pakar psikologi forensik dan Pemerhati Kepolisian, Reza Indragiri.

"Jadi yang selama ini luput, kita ini mencintai Kepolisian. Maka kita wajib membantu dan mengetahui jika transparansi tidak bisa sebagai retorika saja," sebut mantan jurnalis itu. Tiga nama oknum jenderal itu sejatinya sudah dikantongi tim khusus bentukan Kapolri.

Dia berharap, hal ini bisa ditelusuri untuk mengungkap kebenaran kasus ini. "Saya mengingatkan! Kepolisian Republik Indonesia ini bukan hanya milik polisi saja,” tukas dia. ***

Load More