Suara Denpasar – Video yang memuat pernyataan WR III Undiksha Prof I Wayan Suastra melarang mahasiswa ikut organisasi di luar Undiksha menuai kecaman. Namun, video tersebut kini sudah lenyap dari kanal Youtube BEM REMA Undiksha.
Diperkirakan Jumat sore (16/9/2022) video tersebut lenyap dari Youtube. Belum bisa dipastikan apakah sengaja dihapus, atau disembunyikan.
Sebelumnya, di kanal Youtube BEM REMA Undiksha salah satu video terkait Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) yang berdurasi 9 jam 29 menit 36 detik.
Video yang tersisa dari PPKMB hanya yang durasinya lebih pendek, dan tak memuat pernyataan Prof Suastra tentang larangan ikut organisasi luar Undiksha yang dikatakannya tidak baik.
Ketik SuaraDenpasar mencoba mengklik url https://www.youtube.com/watch?v=knbo-hn-HbY&t=31604s yang sebelumnya memuat video larangan ikut organisasi luar kampus, juga tidak bisa diakses. Hanya muncul peringatan, ‘Video tidak tersedia’, dan ‘Video ini disetel untuk pribadi’.
Di sisi lain, Prof I Wayan Suastra ketika coba dihubungi SuaraDenpasar belum memberi respons. Ketika ditelepon melalui Whatsapp, tidak mengangkat. Ketika dikirimi pesan lewat WA, juga belum membalas meski muncul dua centang biru tanda pesan ini telah dibuka/ dibaca.
Sebelumnya, beredar video Prof I Wayan Suastra menyampaikan larangan kepada mahasiswa baru ikut organisasi di luar kampus Undiksha. Hal itu disampaikannya pada Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di Auditorium Kampus Undiksha Singaraja pada 16 Agustus 2022.
“Saya mohon adik-adik nanti aktif, ya, masuk ke organiasi kemahasiswaan, ya, jangan di luar Undiksha,” kata Prof Suastra.
Bahkan, akademisi berusia 60 tahun ini menyebut banyak organisasi di luar kampus yang mengiming-imingi mahasiswa untuk masuk organisasi dimaksud, yang menurut Prof Suastra dappat menjerumuskan ke hal-hal yang tidak baik.
Baca Juga: Pria yang Ditangkap di Madiun Jadi Tersangka, 'Tangan Kanan' Bjorka, Timsus Bongkar Perannya
“Karena banyak sekali organisasi-organisasi luar yang mengiming-imingi supaya masuk ke sana. Itu hati-hati. Karena banyak yang akan menjerumuskan adik-adik ke hal-hal yang kurang baik,” kata pria asal Tojan, Klungkung, ini.
Prof Suastra pun mengajak agar mahasiswa baru Undiksha ikut dalam kegiatan atau organisasi di intra kampus saja.
“Ikutilah kegiatan di Undiksha ada BEM, ada MPM, BEM fakultas, ada UKM, ada 33 UKM, ya, dari seni ada, olah raga, kemudian akademik, dan lain sebagainya. Kalau pintar main catur ada, bridge ada, itu banyak. 33 UKM,” kata dia.
Pernyataan Prof I Wayan Suastra ini pun menuai kecaman. Salah satunya disampaikan Ketua Biro Kaderisasi PD KMHDI Bali 2021-2023, Arya Gangga. Dia menyebut Prof Suastra buta sejarah dan peraturan perundang-undangan.
Buta sejarah karena kebanyakan pendiri bangsa aktif dalam organisasi ekstra kampus. Juga buta peraturan perundang-undangan karena kebebasan berserikat dan berkumpul dijamin UUD 1945.
“Saya secara tegas mengecam statement Wayan Suastra selaku WR III Undiksha atas pernyataannya tersebut. Saya minta bapak untuk mundur sebagai Wakil Rektor III karena tidak mencerminkan figur yang akademis sebagai kelompok intelektual,” kata dia. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
'Maaf, Nggak Open House', Benarkah Gen Z Kini Pilih Privasi Saat Lebaran dan Tinggalkan Tradisi?
-
THR Tak Lagi Pakai Amplop, Transfer Digital Kini Geser Tradisi Lebaran?
-
Rekor 29 Kali One Way di Jalur Bandung-Garut! Strategi Polisi Urai Macet Mudik 2026
-
Kumpul Keluarga Inti Kini Jadi Pilihan, Tradisi Lebaran Ramai-Ramai Mulai Ditinggalkan?
-
Lelah Arus Mudik? Ini 5 Destinasi Alam di Bogor untuk Self-Healing Bareng Keluarga
-
Misteri Terkuak di Cipayung! 7 Fakta Kunci Kasus Pembunuhan Wanita DA yang Ditemukan Tewas Terkunci
-
Inggris Tak Mampu Tahan Rudal Iran, London Kini Dalam Jangkauan Sejjil
-
Hari Fitri, Uang Baru Berpindah Tangan, Berbagi Tetap Hidup, Meski Keadaan Tak Selalu Ringan
-
Waspada Macet Total! Senin Besok Diprediksi Puncak Arus Balik di Jalur Puncak-Cianjur
-
Motor Hantam Lubang di OKU Timur Berujung Maut, Ditabrak Mobil Kabur: Ini 5 Fakta Tragisnya