Suara Denpasar – Pernyataan Wakil Rektor III Undiksha, Prof I Wayan Suastra yang larang mahasiswa ikut organisasi luar kampus menuai kecaman dari Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI). Bahkan, Prof Wayan Suastra disebut buta sejarah, serta didesak mundur dari jabatan WR III universitas yang ada di Kota Singaraja, Bali, tersebut.
“Saya secara tegas mengecam statement Wayan Suastra selaku WR III Undiksha atas pernyataannya tersebut. Saya minta bapak untuk mundur sebagai Wakil Rektor III karena tidak mencerminkan figur yang akademis sebagai kelompok intelektual,” kata Ketua Biro Kaderisasi PD KMHDI Bali 2021-2023, Arya Gangga.
Bahkan, Arya Gangga menyindir Prof Suastra sebagai pejabat kampus yang buta sejarah. Sebab, lanjut Arya, banyak sekali pendiri bangsa Indonesia justru aktif di organisasi luar kampus.
Sukarno, misalnya membentuk Algemeene Studie Club di Bandung yang menjadi cikal Partai Nasional Indonesia (PNI) untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Begitu juga Moh. Hatta atau Bung Hatta yang pernah menjadi ketua organisasi Indische Vereeniging atau Perhimpunan Hindia (Perhimpunan Indonesia) yang dibentuk para mahasiswaa Indonesia di Belanda.
Jauh sebelum Sukarno, juga banyak mahasiswa Indonesia yang mendirikan organisasi. Seperti Boedi Oetomo yang awalnya dibentuk para mahasiswa STOVIA (Kedokteran UI) hingga merambah ke sejumlah kota di Hindia Belanda.
Bahkan, Sumpah Pemuda yang menjadi salah satu tonggak kesadaran berbangsa kaum muda dimotori oleh para mahasiswa Indonesia (saat itu Hindia Belanda).
“Inilah akibatnya kalau jadi pejabat kampus tidak pernah baca sejarah,” kata dia.
Tidak hanya para pendiri bangsa, para pemimpin Indonesia saat ini juga kebanyakan berkecimpung di organisasi ekstrakampus. Arya Gangga menyebut, misalnya Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo adalah aktivis GMNI. Presiden RI Jusuf Kalla juga aktivis HMI.
Bahkan, banyak tokoh pendidikan, termasuk para dosen dan professor yang merupakan aktivis mahasiswa luar kampus. Contoh, Menkopolhukam, Mahfud MD yang juga pengajar bergelar professor di Universitas Islam Indonesia (UII). Dan terlalu banyak untuk disebutkan satu per satu.
Baca Juga: Betapa Mengerikannya Kekuasaan Sambo, Bisa Menggerakkan Reskrim sampai Polda Metro, Ini Buktinya
Di Bali juga banyak tokoh pendidikan, ekonomi, politik, budaya, dan lainnya yang aktif dalam organisasi ekstrakampus.
“Seharusnya sebelum bicara, Bapak lihat-lihat dulu, banyak tokoh-tokoh bangsa yang lahir dari organisasi ekstrakampus,” kata Arya.
Tidak hanya dianggap buta sejarah, Prof Suastra juga dianggap Arya buta peraturan perundang-undangan. Dia mengatakan, sudah jelas bahwa kebebasan berserikat atau berorganisasi sudah dijamin UUD 1945.
“Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat,” kata Arya Gangga menyebutkan Pasal 28E Ayat 3 UUD 1945.
Dia juga menyatakan, Wayan Suastra juga menyampingkan Permenristekdikti Nomor 55 Tahun 2018 yang memberikan ruang bagi organisasi kemahasiswaan ekstra kampus untuk masuk ke dalam kampus.
“Saya rasa rugi bapak bergelar tinggi kalau prilaku, perbuatan dan perkataan tidak mencerminkan diri sebagai seorang akademisi,” ucap Arya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Rute Transjakarta Dialihkan Imbas Kebakaran Kemayoran, Cek Jalur Alternatifnya
-
Jangan Asal Investasi! Pahami 3 Hal Ini Sebelum Uang Anda Ludes di Pasar Berjangka
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Kenduri Kurban di Pidie Jaya, Tradisi yang Sembuhkan Duka Penyintas Banjir
-
Cushion Sudah Mahal tapi Tetap Abu-Abu? Mungkin Undertone Anda Salah
-
7 Sepatu Lari Daily Trainer Paling Awet: Tetap Nyaman Meski Sudah Menempuh Ribuan Kilometer
-
Catat! Laga Timnas Putri Indonesia vs Singapura Digelar Tanpa Penonton di Arcamanik
-
Dulu Rusak Akibat PETI, Sungai di Tebo Kini Jadi Tempat Anak Muda Menanam Kehidupan
-
Bandung Terancam Jadi Lautan Sampah Pasca Libur Panjang
-
Teddy ke Dino Patti Djalal: Jangan Kaburkan Fakta Hasil Lawatan Prabowo