Suara Denpasar- Kecintaan terhadap sebuah klub sepakbola melintasi zaman dan waktu, tidak peduli berapa umurmu.
Seorang nenek berusia 93 tahun bernama Nell Cooper asal Australia membuktikan hal itu, bahwa loyalitas terhadap klub bukan hanya didominasi oleh mereka yang muda saja.
Namun dirinya yang berumur 93 tahun juga memiliki loyalitas tanpa dibatasi oleh umur.
Loyalitasnya ini dia tunjukkan ketika timnya memenangi sebuah laga, tak ragu nenek ini langsung menghubungi tukang tato dan seketika itu minta agar tangannya ditato.
Tato di tangan kanannya ini juga menunjukkan kecintaannya kepada klub, yakni sebuah logo atau gambar klub diminta untuk ditato di tangannya.
Dia memilih tangan kanan sebagai tempat tato bukan tanpa alasan, dia menyebut jika tangan kanan akan mudah dan sering dilihat orang lantaran sering dipakai untuk jabat tangan.
Karena itulah dia memilih di lengan tangan kanan, posisi ini tepat menempatkan sudut pandang orang yang bakal menjabat tangannya.
Keputusan untuk menato tangannya itu dia lakukan usai klub andalannya yang bernama Sydney Swans mengalahkan Collingwood dan maju ke final hari Sabtu lalu.
Nell Cooper yang berusia 93 tahun langsung saja menelepon salon tato di dekat tempat tinggalnya.
Baca Juga: Segini Nilai Kontrak Shin Taeyong di Timnas Indonesia, Ketum PSSI Ungkap Alasan Perpanjangan
Nell adalah pendukung setia Sydney Swans sejak klub tersebut masih bernama South Melbourne Bloods.
Pertandingan final antara Sydney Swans melawan klub Geelong adalah puncak dari kompetisi sepak bola gaya Australia yang lebih dikenal dengan nama AFL.
Sebelumnya Sydney Swans sudah dua kali juara di tahun 2005 dan 2012.
Nell sudah mengabadikan kejadian tersebut menjadi tato di tangan kanannya.
"Saya akan melakukan apa pun untuk menunjukkan kecintaan saya pada Swans." katanya dari laman ABC Australia.
Saat ini, Nell tinggal di fasilitas perawatan lansia di Melbourne, dan setiap kali Swans bertanding di negara bagian Victoria ia tidak pernah absen.
Ia juga adalah salah satu anggota awal kelompok pendukung Swans, sehingga sudah mendatangi hampir seluruh negara bagian di Australia untuk mengikuti jadwal pertandingan tim tersebut selama bertahun-tahun.
"Saya tahu bahwa saya mungkin bukan orang yang tertua yang menjadi pendukung Swans," katanya.
"Tetapi saya pendukung tertua yang masih pergi menonton setiap minggu," jelasnya. ***
Berita Terkait
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Asisten Raffi Ahmad Duduk di Kursi Komisaris Krakatau Posco, Siapa Mufli Budi Ananda?
-
Gubernur Jakarta Siapkan Jalur Bawah Tanah di Bundaran HI Buat Penjalan Kaki
-
Janji Pramono Anung di HUT ke-499 Jakarta: Banjir Masih Ada, Tapi Tidak Akan Separah Dulu
-
Pramono Ungkap Biang Kerok Kemacetan Jakarta, 8 Juta Orang Keluar-Masuk Setiap Hari
-
Bielsa Ngamuk Usai Uruguay Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Maki-maki Diri Sendiri
-
Jalan Argentina ke Final Piala Dunia 2026 Terbuka Lebar: Lawan Terpetakan, Ujian Berat Menanti
-
Video Pemain Hampir Baku Pukul di Sesi Latihan, Pelatih Panama: Itu Normal
-
Unik! Demi Nonton Mahalini, Warga 'Nangkring' di Atas Mobil Damkar saat Perayaaan HUT Jakarta
-
Bocah Terpisah dari Ortu hingga Istri Kehilangan Suami Warnai Malam Puncak HUT DKI Jakarta
-
5 Peserta Latsarmil KDMP Tewas, Koalisi Sipil: Stop Militerisasi Ruang Sipil!