Suara Denpasar - Persebaya Surabaya menjadi lawan Arema FC sebelum tragedi kanjuruhan Malang terjadi pada 1 Oktober 2022 malam.
Tim tamu menang 3-2 atas Singo Edan yang menjadi tuan rumah di lanjutan Liga 1.
Akibat kalah, ribuan suporter Arema turun ke lapangan dan menarget para pemain dan official Singo Edan.
Polisi yang menjaga dan melakukan pengamanan kewalahan.
Petugas kepolisian kemudian menembakkan gas air mata yang membuat para suporter kalang kabut.
Berdasarkan data kepolisian, ada 40 ribu suporter di stadion.
Namun hanya 3 ribuan yang turun ke lapangan melakukan perusakan dan pembakaran fasilitas di stadion.
Tembakan gas air mata dari polisi itu membuat suporter panik dan keluar stadion dengan berdesakan.
Mayoritas suporter meninggal dikarenakan sesak nafas akibat gas air mata dan terinjak-injak oleh suporter lainnya.
Baca Juga: Nikita Mirzani Ikut Berduka di Tragedi Stadion Kanjuruhan Malang
Info resmi menyebutkan bahwa yang meninggal 127 orang di antaranya 2 anggota polisi.
Akun Twitter Persebaya Surabaya memposting ungkapan bela sungkawa pada 127 korban tewas dan ratusan korban luka-luka.
"Keluarga besar Persebaya turut berdukacita sedalam-dalamnya atas jatuhnya korban jiwa setelah laga Arema FC vs Persebaya," cuitnya.
"Tidak ada satupun nyawa yang sepadan dengan sepak bola. Al Fatihah untuk para korban dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," sambungnya.***
Berita Terkait
-
Nikita Mirzani Ikut Berduka di Tragedi Stadion Kanjuruhan Malang
-
Fakta Tragedi Kanjuruhan: Panpel Cetak Tiket Lampaui Kapasitas, Polisi Tembak Gas Air Mata, Main Malam, Suporter Invasi Lapangan
-
Tragedi Kanjuruhan: Karena Gas Air Mata, Suporter Menumpuk, Sesak Napas-Kekurangan Oksigen
-
Berujung Tragedi Kanjuruhan, Mengapa Polisi Tembakkan Gas Air Mata?
-
Terungkap, PT LIB Ternyata Tolak Main Sore Laga Arema FC Vs Persebaya Surabaya
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Perkuat Ekosistem Keuangan Pertanian di Minahasa Selatan, BRI Komitmen Beri Dukungan
-
Tiga Ledakan Terdengar Beruntun, Ruko Penjual Pakan dan Pertamini Terbakar di Palembang
-
Rumah Mewahnya Digeledah Kejagung, Kubu Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Buka Suara
-
3 Rekomendasi Shade Wardah Skin Tint untuk Pemilik Kulit Kuning Langsat
-
Perbandingan Mesin Cuci Front Load dan Top Load, Mana yang Lebih Bagus?
-
5 Tablet Rp2 Jutaan yang Support Keyboard Bluetooth, Cocok Buat Ngerjain Tugas
-
Gaya Kepelatihan Berkelas Eropa! Alasan Mengejutkan John Herdman Nonton Timnas dari Tribun Penonton
-
Musda Golkar Sumsel Dibuka Ketum Bahlil, Perebutan Kursi Ketua Mengarah ke Andie Dinialdie?
-
8 Tips Memilih Mobil Bekas yang Kondisi Mesin Masih Bagus, Jangan Asal Tergiur Murah
-
Win Metawin Cerita Momen Nonton Piala Dunia di Fan Meeting Jakarta, Kini Ingin Bawa Keluarga ke Bali